- Lembaga Falakiyah PBNU (LF PBNU) telah merilis data perhitungan falakiyah terkait posisi hilal menjelang awal Syawal 1447 H.
- Berdasarkan data LF PBNU, ketinggian hilal pada hari Kamis, 19 Maret 2026, masih di bawah kriteria imkanur rukyah (kemungkinan hilal terlihat).
- Umat Islam diimbau menunggu hasil rukyatul hilal lapangan dan keputusan resmi Sidang Isbat Kementerian Agama.
LANGGAMPOS.NET – Pertanyaan mengenai kapan Lebaran 2026 kini mulai menemui titik terang bagi umat Muslim di Indonesia.
Menjelang akhir Ramadan, masyarakat sudah mulai mencari kepastian mengenai penetapan 1 Syawal 1447 H untuk mempersiapkan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Melansir data resmi dari laman nu.or.id, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis data posisi hilal untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Data ini menjadi acuan penting dalam memprediksi apakah puasa Ramadan tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) atau tidak.
Berdasarkan laporan LF PBNU, konjungsi atau ijtimak bulan jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 08.25.58 WIB.
Berdasarkan laporan LF PBNU, konjungsi atau ijtimak bulan jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 08.25.58 WIB.
Pada sore hari tersebut, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia dilaporkan sudah berada di atas ufuk, namun dengan ketinggian yang masih cukup rendah.
"Tinggi hilal mar'i di Jakarta (Gedung PBNU) pada Kamis petang adalah +1 derajat 43 menit 54 detik dengan elongasi hilal haqiqi 5 derajat 44 menit 49 detik," tulis laporan tersebut.
Secara nasional, tinggi hilal bervariasi antara 0 derajat 49 menit di Merauke, Papua Selatan, hingga 2 derajat 53 menit di Sabang, Aceh. Sementara itu, elongasi hilal berada di rentang 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit.
Data tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
"Tinggi hilal mar'i di Jakarta (Gedung PBNU) pada Kamis petang adalah +1 derajat 43 menit 54 detik dengan elongasi hilal haqiqi 5 derajat 44 menit 49 detik," tulis laporan tersebut.
Secara nasional, tinggi hilal bervariasi antara 0 derajat 49 menit di Merauke, Papua Selatan, hingga 2 derajat 53 menit di Sabang, Aceh. Sementara itu, elongasi hilal berada di rentang 4 derajat 36 menit hingga 6 derajat 09 menit.
Data tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Standar minimal yang disepakati adalah tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar hilal dianggap mungkin untuk terlihat (imkanur rukyah).
Kondisi ini memunculkan potensi kuat bahwa bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Jika hilal tidak berhasil terlihat pada Kamis petang, maka Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
Meski demikian, LF PBNU menegaskan bahwa kepastian final tetap harus menunggu hasil observasi lapangan atau rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik di Indonesia.
Meski demikian, LF PBNU menegaskan bahwa kepastian final tetap harus menunggu hasil observasi lapangan atau rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik di Indonesia.
Hasil rukyah tersebut nantinya akan dilaporkan dalam Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.
Pihak PBNU meminta seluruh warga Nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk tetap mengikuti instruksi resmi dari pemerintah dan organisasi.
Pihak PBNU meminta seluruh warga Nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk tetap mengikuti instruksi resmi dari pemerintah dan organisasi.
Keputusan resmi mengenai hari kemenangan akan diumumkan setelah proses pemantauan hilal selesai dilakukan secara menyeluruh di seluruh pelosok negeri.
Bagi masyarakat yang merencanakan libur Lebaran, informasi data hilal 1 Syawal 1447 H ini bisa menjadi panduan awal.
Bagi masyarakat yang merencanakan libur Lebaran, informasi data hilal 1 Syawal 1447 H ini bisa menjadi panduan awal.
Namun, tetap pantau informasi terkini mengenai hasil Sidang Isbat agar tidak terlewat momen penting pelaksanaan Salat Idul Fitri bersama keluarga tercinta.
(*)


