Dampak Bulan Menjauhi Bumi Terhadap Fenomena Gerhana Matahari Total

01 February 2026, February 01, 2026
Donasi Langgampos Net
Dampak Bulan Menjauhi Bumi Terhadap Fenomena Gerhana Matahari Total




  • Bulan menjauhi Bumi secara perlahan dengan kecepatan sekitar 3,8 cm setiap tahunnya.
  • Perubahan jarak ini dideteksi melalui reflektor yang dipasang sejak misi Apollo tahun 1960.
  • Ilmuwan memprediksi fenomena Gerhana Matahari Total akan hilang dari langit Bumi dalam 600 juta tahun ke depan.



LANGGAMPOS.NET – Langit masa depan diprediksi tidak akan lagi menampilkan pemandangan yang sama. Satelit alami kita, Bulan, dilaporkan terus bergerak menjauh dari Bumi secara bertahap, sebuah fenomena yang perlahan namun pasti mengubah wajah astronomi di masa depan.

Data ini terungkap melalui Lunar Laser Ranging Experiment yang memanfaatkan reflektor peninggalan misi Apollo tahun 1960. Dengan mengukur durasi pantulan laser, para ahli dapat memantau pergerakan posisi Bulan terhadap planet kita secara presisi.

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Bulan bergeser menjauh dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar sepele, jarak yang terus merenggang ini membawa konsekuensi besar bagi fenomena gerhana di masa mendatang.

Melansir IFL Science, menjauhnya Bulan akan membuat ukurannya tampak semakin mengecil jika dilihat dari permukaan Bumi. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi piringan Matahari secara sempurna.

Saat ini, kita berada di periode yang unik di mana ukuran Bulan tampak hampir sama dengan Matahari. Hal ini terjadi karena meski Matahari 400 kali lebih besar dari Bulan, posisinya juga 400 kali lebih jauh dari Bumi.

Keseimbangan kosmis ini tidak akan bertahan selamanya. Sekitar 4 miliar tahun yang lalu, Bulan justru terlihat tiga kali lebih besar dari ukurannya saat ini karena jaraknya yang sangat dekat dengan Bumi.

"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang," ungkap ilmuwan NASA, Richard Vondrak, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Vondrak memprediksi bahwa umat manusia hanya memiliki waktu terbatas untuk menikmati fenomena alam ini. Ia memperkirakan Gerhana Matahari Total terakhir akan terjadi dalam kurun waktu 600 juta tahun ke depan.

"Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," kata Richard Vondrak pada 2017.

Setelah periode tersebut, penghuni Bumi hanya akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin karena posisi Bulan yang sudah terlalu jauh untuk menciptakan kegelapan total di siang hari.


(*)

TerPopuler

close