Lestarikan Tradisi Lisan, DWP Diskominfo Sumenep Gelar Lomba Ngejung di Hari Kartini 2026

22 April 2026, April 22, 2026
Lestarikan Tradisi Lisan, DWP Diskominfo Sumenep Gelar Lomba Ngejung di Hari Kartini 2026








LANGGAMPOS.NET – Gema peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini terasa berbeda dan sarat akan nuansa kearifan lokal.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Sumenep memilih cara unik untuk merayakan semangat emansipasi dengan menggelar Lomba Ngejung, Selasa (21/04/2026).

Langkah ini diambil bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah misi untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang menjadi identitas mendalam bagi masyarakat di ujung timur Pulau Madura.

Bertempat di Aula Kantor Diskominfo Sumenep, para anggota DWP tampak antusias menunjukkan kepiawaian mereka dalam merangkai kata dan melantunkan nada khas "Ngejung".

Ketua DWP Diskominfo Sumenep, Dewi Indra, menegaskan bahwa momentum Kartini sangat tepat digunakan sebagai panggung bagi perempuan untuk menjadi garda terdepan pelestari budaya.

Bagi Dewi, kompetisi ini adalah sarana strategis agar nilai-nilai luhur daerah tidak luntur di tengah derasnya arus modernisasi yang kian kencang.

“Ngejung merupakan tradisi lisan khas Sumenep yang perlu terus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya daerah,” ungkapnya di sela-sela acara.

Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dalam menjaga tradisi mencerminkan semangat juang Kartini dalam konteks masa kini.

Sebab, peran perempuan tidak hanya terbatas pada ruang domestik, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral dalam mengawal keberlanjutan identitas bangsa.

Selain menjadi wadah ekspresi seni, ajang ini berfungsi sebagai perekat silaturahmi yang memperkuat solidaritas antaranggota organisasi di lingkungan Diskominfo.

“Lomba ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan sekaligus menunjukkan bahwa perempuan mampu berkontribusi dalam pelestarian budaya,” imbuh Dewi.

Harapannya, tradisi Ngejung tidak hanya berhenti di generasi saat ini, namun bisa diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda Sumenep.

Setiap peserta ditantang tidak hanya menonjolkan teknik vokal, tetapi juga kedalaman penghayatan terhadap filosofi yang terkandung dalam setiap bait liriknya.

Melalui pendekatan budaya yang segar ini, DWP Diskominfo Sumenep membuktikan bahwa peringatan Hari Kartini dapat menjadi motor penggerak kebudayaan yang nyata.

Aksi ini sekaligus menegaskan posisi perempuan Sumenep sebagai penjaga nyawa kebudayaan daerah agar tetap eksis dan relevan bagi masa depan.


(*)

TerPopuler

close