LANGGAMPOS.NET - Langkah konkret dalam mengampanyekan penghematan energi mulai digaungkan dari koridor gedung DPRD Kabupaten Sumenep melalui aksi yang sederhana namun sarat makna.
Salah satu inisiatif menonjol datang dari Fraksi PDI Perjuangan yang memilih meninggalkan kendaraan bermotor dan beralih ke sepeda untuk menjalankan aktivitas kedinasan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrory, terlihat antusias mengayuh sepedanya menyusuri jalanan kota menuju kantor dewan pada Jumat pagi.
Aksi gowes ini bukan sekadar hobi, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Hosnan mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen fraksinya untuk memberikan teladan langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya efisiensi energi.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten, termasuk mengubah gaya hidup dalam bertransportasi sehari-hari.
“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan ingin memberikan contoh bahwa penghematan energi bisa dimulai dari diri sendiri dan hal-hal sederhana seperti bersepeda,” ujar Hosnan (17/04/2026).
Politisi senior ini menambahkan, penggunaan sepeda tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan dengan mengurangi emisi karbon di wilayah Sumenep.
Lebih dari itu, rutinitas ini juga menjadi sarana menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya jadwal agenda legislatif yang harus dijalankan para anggota dewan.
Gaya hidup sehat ini diharapkan mampu menginspirasi para pegawai di lingkungan pemerintahan lainnya serta masyarakat luas agar lebih mencintai lingkungan.
Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sumenep memang sedang gencar mendorong gerakan hemat energi sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami sudah terbiasa bersepeda, jadi ini sekaligus bisa menjadi olahraga,” tutupnya dengan nada optimis di sela aktivitasnya.
Inisiatif Fraksi PDI Perjuangan ini pun mendapat respons positif karena dianggap mampu membumikan isu lingkungan ke dalam tindakan nyata yang inspiratif.
Melalui kayuhan pedal ini, para wakil rakyat tersebut ingin membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dilakukan tanpa harus kehilangan produktivitas dalam bekerja.
(*)
(Sumber: Suara Indonesia, 17/04/2026)


