- Harga Bitcoin (BTC) terjun bebas dari level US$ 73.500 ke bawah US$ 71.500 setelah kesepakatan damai gagal tercapai.
- Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran menolak persyaratan kesepakatan, memicu ketidakpastian pasar global.
- Analis memprediksi harga minyak akan meroket sementara pasar saham dan kripto berpotensi mengalami koreksi lanjutan.
LANGGAMPOS.NET – Kabar mengejutkan datang dari pasar kripto global. Harga Bitcoin hari ini terpantau langsung anjlok parah setelah muncul laporan resmi mengenai kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Penyebab Bitcoin turun drastis kali ini dipicu oleh sentimen geopolitik yang kembali memanas. Padahal, sebelumnya pasar sempat optimistis dan mendorong harga BTC terbang tinggi.
Berdasarkan data pasar, harga Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di angka US$ 73.500 (sekitar Rp 1,17 miliar). Namun, dalam sekejap, mata uang kripto nomor satu ini tanked atau merosot ke bawah level US$ 71.500.
Kronologi Gagalnya Perundingan Damai
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengonfirmasi bahwa pertemuan panjang antara kedua belah pihak tidak membuahkan hasil. Ia menyatakan bahwa Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh pihak AS.
"Kami belum mencapai kesepakatan karena Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujar Vance dalam keterangan resminya.
Pihak AS menuntut adanya komitmen mendasar dari Iran untuk meninggalkan strategi senjata nuklirnya. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuntutan Amerika Serikat terlalu berlebihan dan tidak sah secara hukum.
Dampak ke Pasar Kripto dan Saham
Kondisi ini memicu ketidakpastian yang luar biasa bagi investor. Prediksi harga BTC selanjutnya kini menjadi tanda tanya besar setelah volatilitas tinggi kembali melanda pasar.
Sebelumnya, Bitcoin sempat melonjak dari US$ 68.000 ke US$ 73.000 saat Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Namun, sentimen positif tersebut kini sirna seketika.
Analis dari The Kobeissi Letter memberikan peringatan keras. Mereka meyakini bahwa kegagalan ini adalah skenario terburuk bagi pasar keuangan.
Harga Minyak Meroket, Saham Terancam
Selain kripto, pasar saham khususnya Nasdaq 100 diprediksi akan mengalami koreksi tajam. Sebaliknya, harga minyak dunia diperkirakan akan segera meroket saat pasar dibuka kembali.
Ketidakpastian ini diperparah dengan pilihan sulit yang kini ada di tangan Presiden AS (POTUS). Apakah AS akan terus menekan untuk kesepakatan baru guna menenangkan pasar, atau justru meningkatkan operasi militer di Iran?
Jika opsi militer yang diambil, volatilitas pasar dipastikan akan semakin menggila. Investor kripto diharapkan waspada terhadap potensi koreksi lebih dalam pada aset-aset berisiko dalam beberapa hari ke depan.
Pantau terus update berita Bitcoin terbaru dan analisis pasar kripto agar tidak ketinggalan momentum di tengah ketidakpastian global yang meningkat.
(*)


