Melania Trump Buka Suara Soal Skandal Jeffrey Epstein, Para Korban Meradang: Jangan Lempar Beban ke Kami!

10 April 2026, April 10, 2026
Donasi Langgampos Net
Melania Trump Buka Suara Soal Skandal Jeffrey Epstein, Para Korban Meradang: Jangan Lempar Beban ke Kami!


  • Melania Trump membantah keras memiliki hubungan dengan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell melalui pernyataan resmi yang mengejutkan publik.
  • Para penyintas (survivors) mengecam tindakan Ibu Negara tersebut yang meminta Kongres mengadakan sidang terbuka bagi para korban.
  • Istri Donald Trump dituduh mencoba mengalihkan tanggung jawab dan mempolitisasi trauma korban demi melindungi pihak-pihak berkuasa.


LANGGAMPOS.NET – Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, mendadak menjadi sorotan dunia setelah memberikan pernyataan luar biasa terkait hubungannya dengan predator seksual kelas kakap, mendiang Jeffrey Epstein. 

Bukannya meredam suasana, pernyataan Melania justru memicu kemarahan besar dari para korban yang merasa trauma mereka dijadikan alat politik.

Mengutip laporan dari laman resmi The Guardian tanggal 10 April 2026, sebanyak 13 penyintas pelecehan seksual Jeffrey Epstein beserta keluarga korban merilis pernyataan bersama yang sangat tajam. 

Mereka menuding Melania Trump sengaja "melemparkan beban" kembali kepada para korban setelah ia mendesak Kongres AS untuk mengadakan dengar pendapat publik (public hearings) yang melibatkan kesaksian para korban di bawah sumpah.

Bantahan Keras Melania Trump: "Saya Bukan Korban Epstein"

Dalam pidatonya yang disampaikan di podium resmi Gedung Putih, Melania dengan tegas membantah segala keterlibatan dirinya dengan jaringan prostitusi bawah umur yang dijalankan Epstein dan kaki tangannya, Ghislaine Maxwell. Ia menyebut isu yang menghubungkan dirinya dengan skandal tersebut sebagai kebohongan yang harus diakhiri.

"Lies (kebohongan) yang menghubungkan saya dengan Jeffrey Epstein yang memalukan harus berhenti hari ini," ujar Melania Trump dengan nada tegas. Ia juga mengklarifikasi bahwa bukan Epstein yang memperkenalkannya kepada Donald Trump, melainkan mereka bertemu secara tidak sengaja di sebuah pesta di New York pada tahun 1998.

Melania mengaku terpaksa berbicara karena banyaknya "foto palsu" dan narasi menyesatkan di media sosial yang telah beredar selama bertahun-tahun. Penasihat seniornya, Marc Beckman, menegaskan bahwa Melania merasa "cukup sudah" dan ingin membersihkan namanya dari segala fitnah.

Korban Menolak Jadi Alat Politik

Namun, seruan Melania agar para korban bersaksi lagi di depan Kongres justru memicu serangan balik. Para penyintas merasa telah cukup menderita dengan memberikan laporan, kesaksian, dan bukti selama bertahun-tahun tanpa perlu dipaksa tampil kembali dalam sidang yang bersifat politis.

"Meminta lebih banyak dari para penyintas saat ini adalah pengalihan tanggung jawab, bukan keadilan," bunyi pernyataan kelompok korban tersebut. Mereka menilai manuver Melania ini adalah upaya untuk melindungi orang-orang berkuasa dengan cara memindahkan fokus penyelidikan ke tangan penyintas di bawah kondisi yang sangat terpolitisasi.

Misteri di Balik Pernyataan Mendadak

Hingga saat ini, belum jelas apa yang memicu Melania untuk memberikan pernyataan tersebut secara tiba-tiba. Spekulasi bermunculan di Washington, termasuk kemungkinan adanya dokumen baru atau berita besar terkait skandal Epstein yang akan segera meledak ke publik.

Beberapa pihak juga mempertanyakan apakah Donald Trump mengetahui rencana istrinya tersebut. Laporan dari sumber internal menyebutkan adanya kebingungan di kalangan staf kepresidenan terkait waktu dan motif di balik pidato "pembelaan diri" Melania yang justru membuka kembali luka lama skandal Jeffrey Epstein di tengah situasi politik yang sedang memanas.

(*)

TerPopuler

close