Ramalan Ngeri AI Geser Peran Manusia Ternyata Meluap Pejabat Bank Sentral Buka Suara

25 February 2026, February 25, 2026
Donasi Langgampos Net

Ramalan Ngeri AI Geser Peran Manusia Ternyata Meluap Pejabat Bank Sentral Buka Suara


  • Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menghapus peran manusia di pasar tenaga kerja.
  • AI dipandang sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, bukan ancaman yang akan membuat pekerja kehilangan martabatnya.
  • Bank sentral AS tetap menerapkan standar keamanan dan validasi model yang ketat serta memastikan akuntabilitas manusia dalam penggunaan teknologi tersebut.


LANGGAMPOS.NET
- Isu mengenai kecerdasan buatan (AI) yang akan segera mengambil alih seluruh pekerjaan manusia terus menjadi perbincangan hangat.

Namun, pandangan yang jauh lebih tenang justru datang dari petinggi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Gubernur The Fed, Christopher Waller, memberikan penegasan bahwa adopsi AI tidak akan mengguncang pasar tenaga kerja AS secara ekstrem.

"Saya bukan seorang yang pesimis dan membesar-besarkan tentang dampak ekonomi AI," ujar Waller dalam sebuah konferensi yang digelar Federal Reserve Bank of Boston.

Ia menilai kekhawatiran bahwa manusia akan kehilangan peran sepenuhnya adalah hal yang berlebihan.

"I don't think you will ever truly take the human out of the picture and AI will do everything and we will end up working at the McDonald's drive-through window," imbuhnya.

Bagi Waller, AI hanyalah sebuah instrumen baru yang hadir untuk membantu, bukan untuk menguasai.

Ia percaya bahwa teknologi ini justru akan mendorong produktivitas kerja ke level yang lebih tinggi.

"AI adalah sebuah alat yang bisa kita gunakan. Kita akan menggunakannya. Kita akan mengendalikannya, kita akan mengelola risikonya. Itulah yang selalu kita lakukan," tegas Waller.

Meski begitu, ia tidak menampik adanya rasa gelisah di kalangan pekerja akibat investasi besar-besaran di sektor teknologi ini.

Banyak pihak merasa cemas jika pekerjaan dengan gaji tinggi akan lenyap akibat otomatisasi yang semakin canggih.

Kondisi pasar tenaga kerja yang sedang melemah juga ikut memperparah ketakutan masyarakat terhadap dominasi AI.

Namun, Waller tetap memegang sisi optimis dalam melihat masa depan dunia kerja.

"Pada akhirnya, orang-orang akan mencari cara untuk mengambil alat ini dan memanfaatkannya untuk membuat hidup kita lebih baik, lebih produktif dan lebih efisien, kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain," jelasnya.

Terkait kebijakan internal, ia memastikan bank sentral tidak akan gegabah dalam mengadopsi teknologi pintar ini.

Waller menekankan bahwa penggunaan AI di lingkungan perbankan harus melalui standar yang sangat tinggi dan ketat.

"Kita tidak bisa mendekati AI secara sembarangan," katanya lagi.

Hal tersebut mencakup batasan penggunaan yang jelas, kontrol keamanan informasi, hingga validasi model yang mendalam.

The Fed juga memastikan adanya akuntabilitas manusia atas setiap keputusan yang dihasilkan oleh sistem.

Saat ini, The Fed mulai mengambil pendekatan yang lebih terpusat dalam mengimplementasikan AI di 12 bank regionalnya.

"Kami bergerak sebagai satu sistem, dengan arah dan penyelarasan yang sama," ungkap Waller.

Setiap penerapan AI harus dimulai dari identifikasi masalah bisnis yang nyata, bukan sekadar mengikuti tren semata.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa teknologi tetap berada di bawah kendali manusia sepenuhnya.


(*)

TerPopuler

close