- Umat Islam di Indonesia menyambut peringatan Isra Miraj 1447 H yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026 dengan berbagai tradisi lokal yang sarat makna.
- Perayaan di berbagai daerah seperti Bandung, Yogyakarta, hingga Lombok menonjolkan akulturasi budaya Islam dengan kearifan lokal yang mempererat silaturahmi.
- Inti dari peringatan ini adalah merefleksikan kembali perintah salat lima waktu dan memetik hikmah penyucian hati serta kebesaran Allah SWT.
LANGGAMPOS.NET – Umat Muslim di seluruh penjuru tanah air tengah bersiap menyambut peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari ini, Jumat, 16 Januari 2026.
Momentum agung yang memperingati perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga perayaan budaya yang melibatkan kebersamaan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Peringatan Isra Miraj selalu menjadi momen penting bagi umat Islam. Selain mengingat perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj juga sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Peringatan Isra Miraj selalu menjadi momen penting bagi umat Islam. Selain mengingat perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra Miraj juga sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Di Indonesia, peristiwa ini dirayakan bersama melalui beragam tradisi yang sudah ada sejak lama. Walaupun beragam bentuknya, tujuan utamanya tetap sama, yaitu memperkuat iman dan mengingat kembali perintah salat sebagai inti dari peristiwa Isra Miraj.
Landasan Al-Qur'an dan Makna Perjalanan
Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Pelestarian Tradisi Lokal di Penjuru Nusantara
Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam merawat tradisi tahunan ini:
Hikmah Mendalam bagi Umat Muslim
Berdasarkan literatur Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida, terdapat lima poin penting yang menjadi renungan:
Peringatan Isra Miraj 2026 menjadi momentum krusial bagi seluruh umat untuk memperkuat ketaatan sekaligus menjaga kerukunan melalui pelestarian budaya bangsa.
Landasan Al-Qur'an dan Makna Perjalanan
Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Pelestarian Tradisi Lokal di Penjuru Nusantara
Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam merawat tradisi tahunan ini:
- Pawai Obor di Bandung: Ribuan warga tumpah ruah menyusuri jalanan Kota Bandung sambil melantunkan sholawat. Cahaya obor menjadi simbol semangat dalam mempererat silaturahmi antarwarga.
- Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta: Keraton Yogyakarta menyelenggarakan Hajad Dalem Yasa Peksi Buraq. Tradisi ini menghadirkan simbol burung Buraq sebagai kendaraan Rasulullah, yang memadukan unsur Islam, Jawa, dan Hindu secara harmonis.
- Ngurisan di Lombok: Di Nusa Tenggara Barat, momen ini identik dengan mencukur rambut bayi di bawah usia enam bulan yang dilakukan secara komunal di masjid bersama tokoh agama.
- Khataman Kitab Arjo di Temanggung: Masyarakat membaca Kitab Arjo karya KH Ahmad Rifai al-Jawi yang menggunakan huruf Arab Pegon untuk mendalami kisah perjalanan Rasulullah.
- Nyadran Siwarak di Semarang: Kirab budaya dengan mengarak replika burung siwarak dari buah dan sayuran menjadi daya tarik utama, di mana warga mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan caping.
- Rajaban di Cirebon: Selain ziarah ke Plangon, Keraton Kasepuhan Cirebon mengadakan pengajian dan makan bersama sebagai wujud rasa syukur.
- Nganggung di Bangka Belitung: Tradisi membawa makanan dalam tudung saji ke masjid ini menekankan nilai kekeluargaan dan gotong royong masyarakat Melayu Bangka.
Hikmah Mendalam bagi Umat Muslim
Berdasarkan literatur Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida, terdapat lima poin penting yang menjadi renungan:
- Kebesaran Allah SWT: Menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta dan alam gaib.
- Penyucian Hati: Peristiwa pembedahan dada Nabi mengajarkan bahwa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta harus dimulai dengan hati yang bersih.
- Kemuliaan Rasulullah SAW: Penegasan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW yang melampaui nabi-nabi terdahulu.
- Kewajiban Salat Lima Waktu: Perintah utama yang diterima langsung tanpa perantara, menunjukkan posisi salat sebagai tiang agama.
- Renungan dan Introspeksi Diri: Gambaran azab neraka yang diperlihatkan menjadi pengingat bagi manusia untuk memperbaiki perilaku di dunia.
Peringatan Isra Miraj 2026 menjadi momentum krusial bagi seluruh umat untuk memperkuat ketaatan sekaligus menjaga kerukunan melalui pelestarian budaya bangsa.
(*)
Sumber: detik.com
