- Pemkab Sumenep mematok target kunjungan wisatawan tahun 2026 sebanyak 1,9 juta orang, naik 10% dari tahun sebelumnya.
- Disbudporapar menyiapkan 110 agenda wisata (Calendar of Event) untuk memperkuat branding daerah sepanjang tahun.
- Fokus utama pengembangan meliputi optimalisasi destinasi unggulan seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Asta Tinggi.
Langgampos.net - Sumenep - Sektor pariwisata Kabupaten Sumenep Madura bersiap melakukan lompatan besar untuk mendongkrak ekonomi daerah melalui peningkatan angka kunjungan pelancong secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) secara resmi mengumumkan target ambisius yakni mendatangkan 1,9 juta wisatawan sepanjang tahun 2026.
Angka itu mencerminkan kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di angka 1,7 juta pengunjung, sekaligus menegaskan posisi Sumenep sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menjelaskan bahwa penetapan target tersebut bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, tren kunjungan ke ujung timur Pulau Madura ini menunjukkan grafik yang stabil dan cenderung meningkat.
“Kalau melihat data tahun lalu yang mencapai sekitar 1,7 juta kunjungan, maka untuk 2026 kami proyeksikan bisa naik 10 persen. Target kami tembus di angka 1,9 juta wisatawan,” kata Andri, Kamis (1/1).
Optimisme Lewat 110 Agenda Wisata
Guna merealisasikan target besar tersebut, Pemkab Sumenep telah menyusun strategi agresif melalui Calendar of Event yang lebih terstruktur. Sebanyak 110 agenda wisata telah disiapkan untuk menghiasi sepanjang tahun 2026, mulai dari festival budaya, kejuaraan olahraga, hingga pesta rakyat.
Andri menekankan bahwa banyaknya kegiatan ini berfungsi sebagai alat pemasaran yang kuat untuk menarik minat wisatawan nasional maupun mancanegara.
“Event-event ini tidak sekadar hiburan, tetapi menjadi instrumen branding daerah. Mulai dari kegiatan budaya, olahraga, sampai hiburan rakyat, semuanya kami desain untuk memperkuat citra Sumenep sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Momentum Libur Tahun Baru dan Kesiapan Destinasi
Pihak dinas mulai tancap gas sejak hari pertama tahun ini. Libur awal tahun dijadikan parameter awal untuk melihat sejauh mana daya tarik branding yang telah dibangun selama setahun terakhir.
“Libur awal tahun ini kami jadikan momentum awal. Harapannya, efek promosi sudah mulai terasa dan angka kunjungan langsung bergerak naik,” ucapnya.
Selain mengandalkan festival, keberadaan objek wisata ikonik tetap menjadi tulang punggung pariwisata Sumenep. Nama-nama besar seperti Pantai Lombang dengan hamparan cemara udangnya, Pantai Slopeng, hingga wisata religi Asta Tinggi masih diprediksi menjadi magnet utama bagi para pelancong.
Untuk menunjang kenyamanan para tamu, Pemkab Sumenep berkomitmen terus membenahi infrastruktur serta sarana dan prasarana di lokasi wisata. Upaya perbaikan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta menjamin keamanan para wisatawan selama berada di Sumenep. Langkah strategis ini menjadi kunci utama memperkuat daya saing pariwisata daerah.
Diharapkan, sinergi antara promosi masif dan kesiapan fasilitas mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menjelaskan bahwa penetapan target tersebut bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, tren kunjungan ke ujung timur Pulau Madura ini menunjukkan grafik yang stabil dan cenderung meningkat.
“Kalau melihat data tahun lalu yang mencapai sekitar 1,7 juta kunjungan, maka untuk 2026 kami proyeksikan bisa naik 10 persen. Target kami tembus di angka 1,9 juta wisatawan,” kata Andri, Kamis (1/1).
Optimisme Lewat 110 Agenda Wisata
Guna merealisasikan target besar tersebut, Pemkab Sumenep telah menyusun strategi agresif melalui Calendar of Event yang lebih terstruktur. Sebanyak 110 agenda wisata telah disiapkan untuk menghiasi sepanjang tahun 2026, mulai dari festival budaya, kejuaraan olahraga, hingga pesta rakyat.
Andri menekankan bahwa banyaknya kegiatan ini berfungsi sebagai alat pemasaran yang kuat untuk menarik minat wisatawan nasional maupun mancanegara.
“Event-event ini tidak sekadar hiburan, tetapi menjadi instrumen branding daerah. Mulai dari kegiatan budaya, olahraga, sampai hiburan rakyat, semuanya kami desain untuk memperkuat citra Sumenep sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Momentum Libur Tahun Baru dan Kesiapan Destinasi
Pihak dinas mulai tancap gas sejak hari pertama tahun ini. Libur awal tahun dijadikan parameter awal untuk melihat sejauh mana daya tarik branding yang telah dibangun selama setahun terakhir.
“Libur awal tahun ini kami jadikan momentum awal. Harapannya, efek promosi sudah mulai terasa dan angka kunjungan langsung bergerak naik,” ucapnya.
Selain mengandalkan festival, keberadaan objek wisata ikonik tetap menjadi tulang punggung pariwisata Sumenep. Nama-nama besar seperti Pantai Lombang dengan hamparan cemara udangnya, Pantai Slopeng, hingga wisata religi Asta Tinggi masih diprediksi menjadi magnet utama bagi para pelancong.
Untuk menunjang kenyamanan para tamu, Pemkab Sumenep berkomitmen terus membenahi infrastruktur serta sarana dan prasarana di lokasi wisata. Upaya perbaikan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta menjamin keamanan para wisatawan selama berada di Sumenep. Langkah strategis ini menjadi kunci utama memperkuat daya saing pariwisata daerah.
Diharapkan, sinergi antara promosi masif dan kesiapan fasilitas mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
(*)


