Rumor Viral Nokia X100 Pro 5G Guncang Internet dan Fakta Investasi Besar Nvidia di Sektor AI

03 January 2026, January 03, 2026
Rumor Viral Nokia X100 Pro 5G Guncang Internet dan Fakta Investasi Besar Nvidia di Sektor AI


  • Klarifikasi Nokia X100 Pro 5G: Kabar mengenai peluncuran Nokia X100 Pro 5G dipastikan hanya rumor karena tidak terdaftar secara resmi di situs HMD Global.
  • Investasi Strategis Nvidia: Raksasa cip Nvidia resmi mencaplok saham Nokia senilai USD 1 miliar untuk mempercepat pengembangan infrastruktur jaringan berbasis AI dan teknologi 6G.
  • Ekspansi Ekosistem AI: Langkah Nvidia ini merupakan bagian dari investasi besar-besaran di sektor AI, termasuk komitmen pendanaan terhadap OpenAI dan pengembangan pusat data global.

Langgampos.net - Memasuki awal tahun 2026, jagat maya diramaikan oleh spekulasi mengenai kehadiran Nokia X100 Pro 5G yang diklaim membawa spesifikasi gahar mulai dari kamera 300MP, RAM 18GB, hingga baterai 7000mAh. 

Pencarian terkait perangkat ini meningkat tajam di berbagai platform media sosial, memicu rasa penasaran konsumen global terhadap kebangkitan ponsel legendaris tersebut. 

Namun, berdasarkan hasil penelusuran mendalam, pihak HMD Global selaku pemegang lisensi merek Nokia belum pernah merilis pernyataan resmi maupun detail teknis mengenai model ini di situs perusahaan.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa perangkat yang benar-benar eksis adalah Nokia X100 versi reguler yang diluncurkan pada 2021. 

Ponsel tersebut merupakan perangkat kelas menengah dengan fitur standar seperti chipset Snapdragon seri 4 dan kamera 48MP, yang sangat jauh berbeda dari bocoran fantastis yang beredar saat ini. 

Hingga saat ini, tidak ditemukan siaran pers atau teaser yang mendukung eksistensi varian "Pro" tersebut, sehingga seluruh informasi yang tersebar dipastikan hanya sebatas rumor tanpa sumber kredibel.

Di tengah simpang siur kabar ponsel baru, Nokia justru membawa berita besar dari lantai bursa melalui kemitraan strategis bersama Nvidia. 

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut secara resmi mengambil alih saham Nokia senilai USD 1 miliar atau setara Rp 16,58 triliun. Langkah ini memicu lonjakan harga saham Nokia hingga 22% segera setelah pengumuman dilakukan. 

Dana hasil penerbitan 166 juta saham baru ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat rencana Nokia di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta kebutuhan umum perusahaan lainnya.

Kolaborasi ini meluas hingga pengembangan teknologi seluler masa depan, di mana kedua perusahaan sepakat membangun ekosistem 6G. 

Nokia berkomitmen melakukan adaptasi perangkat lunak jaringan miliknya agar dapat beroperasi secara optimal pada cip buatan Nvidia. 

Sinergi ini memposisikan Nvidia sebagai pemain sentral dalam infrastruktur AI global, melengkapi portofolio investasi mereka di berbagai perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Intel, hingga penyedia layanan cloud.

Kapitalisasi pasar Nvidia sendiri telah mencatatkan rekor sejarah dengan menembus angka USD 4,5 triliun. 

Kekuatan finansial itu memungkinkan Nvidia mendominasi pengeluaran pusat data AI di seluruh dunia melalui proyek-proyek ambisius. 

Integrasi teknologi Nokia ke dalam rencana jangka panjang Nvidia menandakan pergeseran fokus perusahaan Finlandia tersebut dari sekadar produsen perangkat seluler menjadi penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis kecerdasan buatan yang krusial bagi masa depan digital.

(*

TerPopuler