Review Film The Super Mario Galaxy Movie: Skor Anjlok, Kritikus Sebut Cuma 'Screensaver' Mahal yang Membosankan!

02 April 2026, April 02, 2026
Donasi Langgampos Net
Review Film The Super Mario Galaxy Movie: Skor Anjlok, Kritikus Sebut Cuma 'Screensaver' Mahal yang Membosankan


  • Kritik Pedas: Review film The Super Mario Galaxy Movie mendapatkan skor rendah dari kritikus internasional karena dianggap kurang imajinasi.
  • Perbandingan AI: Media menyebut sekuel ini terasa seperti konten buatan AI yang hanya mengejar keuntungan liburan Paskah.
  • Visual vs Cerita: Meskipun visualnya memukau, film ini dinilai gagal memberikan plot yang kuat dan karakter yang berkembang.

LANGGAMPOS.NET – Demam film adaptasi video game kembali memanas dengan rilisnya sekuel terbaru dari Nintendo. Namun, kabar kurang sedap datang bagi para penggemar si tukang ledeng berkumis ini.

Review film The Super Mario Galaxy Movie yang baru saja naik ke layar lebar justru menuai kritik tajam dan dianggap tidak lebih baik dari pendahulunya.

Melansir dari laman The Guardian (31/03/2026), kritikus film Peter Bradshaw memberikan penilaian yang sangat rendah, yakni hanya 1 dari 5 bintang.

Film yang kembali dibintangi oleh Chris Pratt dan Charlie Day ini disebut sebagai produk korporat yang hampa dan membosankan.

Alur Cerita Dianggap Seperti Buatan AI

Bagi Anda yang mencari sinopsis film The Super Mario Galaxy Movie, film ini sebenarnya menjanjikan petualangan lintas galaksi yang ambisius. Namun, bagi para pengamat, eksekusinya justru terasa malas.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa film ini terasa seperti sebuah "screensaver" yang bergerak tanpa jiwa.

"Rasanya seolah-olah manusia, dengan menggunakan AI, mencoba meniru sesuatu yang aslinya dihasilkan oleh AI, menciptakan cetakan yang hambar dan sederhana," tulis kritikus tersebut menggambarkan kekecewaannya terhadap sekuel film Super Mario ini.

Kritik ini merujuk pada minimnya kedalaman cerita dibandingkan dengan film pertamanya tahun 2023. 

Jika film sebelumnya mencoba memberikan nuansa komedi pada pergerakan 2D khas gamenya, kali ini elemen tersebut dianggap hilang dan hanya menyisakan variasi cerita yang tidak terinspirasi.

Hanya Incar Keuntungan Liburan Paskah?

Banyak pihak menilai bahwa tanggal rilis The Super Mario Galaxy Movie yang bertepatan dengan musim liburan Paskah adalah strategi murni untuk mengeruk keuntungan.

Istilah "cash grab" atau upaya meraup uang secara instan pun muncul dalam berbagai ulasan negatif.

Meski demikian, pengisi suara seperti Chris Pratt dan Charlie Day tetap memberikan performa maksimal mereka.

Sayangnya, dialog yang ada dianggap tidak mampu menyelamatkan naskah yang tipis. Tidak ada perubahan dalam kutipan dialog yang disorot, namun atmosfernya tetap dianggap datar.

"Tentu saja ini ditujukan untuk anak-anak kecil, tetapi tentu saja tidak harus menjadi screensaver film yang secara visual membosankan, bahkan dengan tampilan tiruan Euro yang lebih murah dari film pertama itu," tulis ulasan tersebut.

Visual Cantik Tapi Minim Substansi

Sebagai film animasi terbaru 2026, visual yang ditawarkan memang sangat berkilau dan penuh warna, sesuai dengan tema Galaxy. 

Namun, visual yang cantik ternyata tidak cukup untuk menutupi lubang besar dalam narasi.

Para kritikus memperingatkan orang tua bahwa kunjungan ke bioskop kali ini mungkin tidak akan memberikan pengalaman artistik yang mendorong rasa ingin tahu anak-anak.

Sebaliknya, film ini dianggap hanya sebagai rentetan referensi video game (easter eggs) yang dijejalkan tanpa henti tanpa memberikan makna yang dalam.

Hingga saat ini, meskipun mendapatkan skor buruk dari kritikus, angka penjualan tiket diprediksi tetap akan tinggi mengingat besarnya basis penggemar fanatik Nintendo di seluruh dunia.

Apakah The Super Mario Galaxy Movie layak ditonton? 

Pilihan ada di tangan Anda, namun jangan ekspektasikan cerita yang emosional atau inovatif kali ini.

(*)

TerPopuler

close