- Timnas Irak resmi lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 di laga play-off antar-benua.
- Pelatih Graham Arnold mencetak sejarah sebagai pelatih Australia pertama yang meloloskan dua negara berbeda ke putaran final Piala Dunia.
- Kemenangan ini mengakhiri dahaga panjang "Singa Mesopotamia" yang terakhir kali mencicipi panggung Piala Dunia pada tahun 1986.
LANGGAMPOS.NET – Sejarah besar baru saja tercipta di jagat sepak bola Asia. Timnas Irak dipastikan menyegel tiket terakhir untuk berlaga di Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Bolivia dalam laga sengit di Stadion Monterrey, Meksiko, Rabu (1/4/2026) pagi WIB.
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengakhiri kutukan 40 tahun Irak yang absen di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut. Terakhir kali negara ini lolos adalah pada edisi 1986 silam.
Sosok di balik kesuksesan ini tak lain adalah Graham Arnold. Mantan pelatih Socceroos itu kini menjadi pahlawan baru bagi 46 juta rakyat Irak.
Jalannya Pertandingan: Irak vs Bolivia
Pertandingan penentuan ini berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Irak langsung menggebrak lewat gol cepat Ali Al-Hamadi pada menit ke-10 yang memanfaatkan bola muntah hasil tendangan sudut.
Bolivia sempat memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat aksi Moises Paniagua di menit ke-38. Skor imbang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Graham Arnold melakukan perubahan taktik yang jitu. Hasilnya, Aymen Hussein berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-53 yang membuat stadion bergemuruh.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Irak. Kemenangan ini sekaligus memastikan Irak bergabung di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
Rekor Fantastis Graham Arnold
Keberhasilan ini menempatkan nama Graham Arnold dalam buku rekor dunia. Arnold menjadi pelatih asal Australia pertama yang mampu membawa dua negara berbeda ke putaran final Piala Dunia, setelah sebelumnya sukses bersama Australia.
"Saya sangat bahagia bisa membuat 46 juta orang tersenyum. Para pemain menunjukkan mentalitas pejuang Irak yang luar biasa di lapangan," ujar Arnold usai laga yang emosional tersebut.
Perjalanan Irak menuju Amerika Utara tergolong sangat melelahkan. Mereka harus melewati 21 pertandingan kualifikasi selama 28 bulan sebelum akhirnya memastikan diri menjadi tim ke-48 yang lolos.
Kini, seluruh mata tertuju pada kiprah Singa Mesopotamia di bawah asuhan tangan dingin Arnold.
Akankah mereka menjadi kuda hitam di grup neraka nanti? Mari kita tunggu aksinya di musim panas 2026 mendatang.
(*)


