- Presiden Donald Trump resmi mencopot Pam Bondi dari jabatan Jaksa Agung Amerika Serikat karena ketidakpuasan kinerja.
- Todd Blanche, Wakil Jaksa Agung sekaligus mantan pengacara pembela Trump, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
- Perubahan kepemimpinan ini terjadi di tengah penyelidikan sensitif terkait dokumen Jeffrey Epstein yang melibatkan Departemen Kehakiman.
Trump secara resmi menunjuk Todd Blanche sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat untuk menggantikan posisi Pam Bondi yang baru saja diberhentikan.
Melansir laporan dari laman The New York Times pada Kamis (2/4/2026), keputusan ini diambil di tengah meningkatnya rasa frustrasi Trump terhadap kepemimpinan Bondi.
Todd Blanche, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung, kini memegang kendali penuh atas lembaga penegak hukum tertinggi di Negeri Paman Sam tersebut.
Alasan Pam Bondi Dipecat Trump
Pemecatan Pam Bondi disebut-sebut berkaitan dengan penanganan dokumen Jeffrey Epstein yang memicu kontroversi di kalangan pendukung Trump.
Selain itu, ada laporan yang menyebutkan bahwa Gedung Putih merasa Bondi kurang agresif dalam mengejar prioritas hukum yang diinginkan presiden, termasuk penyelidikan terhadap lawan-lawan politiknya.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa Bondi akan beralih ke peran baru di sektor swasta.
Ia juga memberikan pujian kepada Todd Blanche, menyebutnya sebagai sosok yang memiliki kecerdasan hukum luar biasa dan sangat berbakat untuk memimpin Departemen Kehakiman saat ini.
Profil Todd Blanche: Dari Pengacara Pribadi ke Kursi Jaksa Agung
Todd Blanche bukanlah orang baru di lingkaran dalam Donald Trump.
Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Blanche dikenal sebagai kepala tim pengacara pembela Trump dalam berbagai kasus pidana besar, termasuk kasus uang tutup mulut di New York dan kasus dokumen rahasia di Mar-a-Lago.
Blanche sebelumnya merupakan partner di firma hukum bergengsi sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2023 demi membela Trump secara penuh.
Loyalitas dan kemampuannya di ruang sidang inilah yang diduga kuat menjadi alasan utama Trump mempercayakan posisi strategis sebagai Jaksa Agung AS kepadanya.
Tugas Berat Menanti Todd Blanche
Sebagai Plt Jaksa Agung, Blanche kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menstabilkan internal Departemen Kehakiman.
Banyak pihak menyoroti apakah Blanche akan mampu menjaga independensi lembaga tersebut atau justru menjadikannya alat politik sesuai keinginan presiden.
Dalam pernyataannya di platform X, Blanche berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Trump.
Ia berjanji akan terus mendukung aparat kepolisian, menegakkan hukum dengan tegas, dan melakukan segala upaya untuk menjaga keamanan Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya.
Perubahan ini menandai babak baru dalam dinamika hukum di Amerika Serikat, di mana sosok-sosok yang pernah membela Trump secara pribadi kini menempati posisi kunci dalam sistem penegakan hukum negara.
Blanche sebelumnya merupakan partner di firma hukum bergengsi sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2023 demi membela Trump secara penuh.
Loyalitas dan kemampuannya di ruang sidang inilah yang diduga kuat menjadi alasan utama Trump mempercayakan posisi strategis sebagai Jaksa Agung AS kepadanya.
Tugas Berat Menanti Todd Blanche
Sebagai Plt Jaksa Agung, Blanche kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menstabilkan internal Departemen Kehakiman.
Banyak pihak menyoroti apakah Blanche akan mampu menjaga independensi lembaga tersebut atau justru menjadikannya alat politik sesuai keinginan presiden.
Dalam pernyataannya di platform X, Blanche berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Trump.
Ia berjanji akan terus mendukung aparat kepolisian, menegakkan hukum dengan tegas, dan melakukan segala upaya untuk menjaga keamanan Amerika Serikat di bawah kepemimpinannya.
Perubahan ini menandai babak baru dalam dinamika hukum di Amerika Serikat, di mana sosok-sosok yang pernah membela Trump secara pribadi kini menempati posisi kunci dalam sistem penegakan hukum negara.
(*)


