Manisnya Srikaya Bluto Sumenep yang Bikin Ketagihan Jadi Rebutan Takjil Ramadan

02 March 2026, March 02, 2026
Donasi Langgampos Net
Manisnya Srikaya Bluto Sumenep yang Bikin Ketagihan Jadi Rebutan Takjil Ramadan


  • Srikaya varietas Langsar asal Bluto menjadi buruan utama warga Sumenep sebagai menu takjil karena rasa manisnya yang khas dan daging buah yang tebal.
  • Pusat penjualan di sekitar Lapangan Bluto mengalami lonjakan pembeli setiap sore hari selama musim panen raya yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
  • Harga srikaya lokal ini ditawarkan bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 per kilogram tergantung ukuran dan tingkat kematangan.

LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Buah srikaya yang dijajakan di Pasar Bluto, Kabupaten Sumenep, kini tengah menjadi primadona. Komoditas unggulan lokal ini diserbu masyarakat sebagai hidangan berbuka puasa.

Varietas yang dikenal dengan nama Srikaya Langsar ini memang punya keistimewaan. Selain rasanya yang sangat manis, daging buahnya tebal dan ukurannya tergolong besar.

Momen Ramadan kali ini terasa pas karena bertepatan dengan musim panen raya. Puncak panen srikaya di wilayah ini biasanya terjadi pada rentang Februari hingga Maret.

Sentra penjualan utama buah ini berpusat di kawasan sekitar Lapangan Bluto. Setiap sore, lokasi tersebut berubah menjadi lautan pembeli dari berbagai daerah.

Suasana di Pasar Bluto semakin meriah saat matahari mulai condong ke barat. Aroma harum buah srikaya yang matang sempurna menjadi daya tarik bagi para pencari takjil.

Buah-buah segar ini merupakan hasil jerih payah petani lokal dari Kecamatan Bluto dan sekitarnya. Kualitasnya yang terjaga membuat srikaya ini selalu dinanti setiap tahun.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan harga terbaik, disarankan datang pada sore hari. Transaksi jual beli biasanya sangat aktif antara pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.

Salah seorang pedagang buah, Siti Aminah, mengakui adanya peningkatan pesat permintaan. Pembeli biasanya memadati lapaknya menjelang waktu berbuka atau saat sore hari.

"Permintaan srikaya meningkat signifikan menjelang waktu magrib," kata Siti Aminah.

Dalam sehari, Siti mampu menjual hingga puluhan kilogram srikaya. Hal ini terutama terjadi saat stok melimpah karena memasuki puncak masa panen.

Harga yang ditawarkan para pedagang di sini cukup kompetitif dan bervariasi. Semua tergantung pada ukuran buah serta tingkat kematangannya.

"Harga berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram untuk ukuran sedang," ujar Siti Aminah menambahkan.

Sedangkan untuk srikaya kualitas super dengan ukuran jumbo, harganya bisa sedikit lebih tinggi. Namun, pembeli tetap antusias karena kualitas rasa yang tidak mengecewakan.

Tingginya minat masyarakat ini menjadi berkah tersendiri bagi perekonomian warga. Hasil panen petani lokal terserap maksimal oleh pasar selama bulan suci Ramadan.

Kehadiran Srikaya Bluto tidak hanya sekadar pelepas dahaga saat berbuka. Buah ini telah menjadi ikon kuliner musiman yang memperkuat identitas lokal Sumenep di mata wisatawan.


(*)

TerPopuler

close