- Kecaman Keras: Paus Leo XIV menegaskan Tuhan tidak akan mendengarkan doa para pemimpin dunia yang terus mengobarkan peperangan.
- Momen Palm Sunday: Pesan menohok ini disampaikan langsung di hadapan puluhan ribu umat di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, saat perayaan Palm Sunday 2026.
- Teguran Perang Global: Sri Paus menyebut konflik bersenjata, termasuk di Iran dan Ukraina, tidak bisa dibenarkan atas nama agama atau Yesus sebagai Raja Damai.
LANGGAMPOS.NET – Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, mengeluarkan pernyataan yang sangat keras dan menohok bagi para pemimpin dunia yang tengah berkonflik saat ini.
Dalam homili perayaan Palm Sunday di Lapangan Santo Petrus, Minggu (29/3/2026), Sri Paus menegaskan bahwa Tuhan menolak doa-doa mereka yang tangannya berlumuran darah akibat perang.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan global, termasuk konflik di Iran serta perang berkepanjangan di Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.
Tuhan Tolak Doa Pemimpin Perang
Paus Leo XIV menyatakan dengan sangat gamblang bahwa tidak ada satu pun peperangan yang bisa dibenarkan, apalagi dengan menyeret nama Tuhan atau agama.
"Dia (Yesus) tidak mendengarkan doa mereka yang mengobarkan perang, sebaliknya Dia justru menolaknya," ujar Paus di hadapan massa yang memadati Vatikan pada momen Palm Sunday tersebut.
Mengutip pesan dari Kitab Yesaya, Paus menekankan bahwa meskipun seseorang terlihat khusyuk berdoa, Tuhan tetap menutup mata jika tangan orang tersebut dipenuhi darah korban konflik.
Yesus Raja Damai, Bukan Raja Perang
Paus pertama asal Amerika Serikat ini mengingatkan seluruh umat bahwa sosok Yesus adalah Raja Damai yang selalu menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun senjata.
Menurutnya, Yesus tidak pernah membela diri dengan senjata atau memerintahkan pengikut-Nya untuk berperang saat menghadapi penyaliban.
Sebaliknya, peristiwa Palm Sunday menunjukkan wajah Tuhan yang lembut dan secara konsisten menolak kekerasan demi menyelamatkan umat manusia.
Kritik Tajam Justifikasi Agama dalam Perang
Meski tidak menyebutkan nama pemimpin secara spesifik, pesan ini dianggap sebagai tamparan keras bagi pihak-pihak yang kerap menggunakan narasi "perang suci".
Beberapa pihak menilai ini adalah sindiran bagi pemimpin di AS, Israel, hingga Rusia yang sering mengaitkan misi militer dengan identitas keagamaan tertentu.
Paus Leo XIV menegaskan bahwa menggunakan nama Tuhan untuk melegalkan pembunuhan sesama manusia merupakan sebuah kegelapan yang tidak akan pernah diterima oleh Sang Pencipta.
Seruan Gencatan Senjata Segera
Selain membahas soal doa yang tertolak, Paus kembali mendesak agar seluruh pihak yang bertikai segera melakukan gencatan senjata, terutama di wilayah Timur Tengah.
Ia menyebut situasi kemanusiaan di Lebanon dan Iran sudah mencapai titik yang sangat mengerikan bagi warga sipil tak berdosa.
Sri Paus berharap pada momentum Palm Sunday ini para pemimpin dunia segera membuka pintu dialog selebar-lebarnya demi mengakhiri pertumpahan darah.
(*)


