Ngeri! Cyber Attack Kini Bukan Cuma Curi Data Tapi Ancam Nyawa Manusia, Ahli Deloitte Ungkap Bahaya Nyata Ini

28 March 2026, March 28, 2026
Donasi Langgampos Net
Cyber Attack Kini Bukan Cuma Curi Data Tapi Ancam Nyawa Manusia, Ahli Deloitte Ungkap Bahaya Nyata Ini


  • Ancaman serangan siber kini bergeser dari sekadar pencurian data menjadi risiko fisik yang membahayakan nyawa manusia.
  • Sektor infrastruktur kritis seperti rumah sakit, pembangkit listrik, dan transportasi menjadi target utama peretas.
  • Konvergensi teknologi digital (IT) dan operasional (OT) memperluas celah serangan yang bisa memicu kekacauan nasional.

LANGGAMPOS.NET
– Ancaman dunia maya atau cyber attack kini memasuki babak baru yang jauh lebih mengerikan. 

Jika dulu kita hanya khawatir saldo rekening dikuras atau data pribadi bocor, kini para ahli memperingatkan bahwa serangan siber bisa langsung merenggut nyawa manusia secara fisik.

Tren pergeseran ancaman ini diungkapkan langsung oleh Gaurav Shukla, Partner dan Leader Cyber di Deloitte South Asia. 

Menurutnya, serangan siber tidak lagi terbatas pada sistem IT, melainkan sudah menyasar infrastruktur kritis yang bersentuhan langsung dengan keselamatan publik.

"Selama dua tahun terakhir, kami mengamati bahwa ancaman siber merambah melampaui sistem IT. Para pelaku kini menargetkan infrastruktur kritis," ujar Shukla dalam keterangannya yang dikutip dari The Economic Times.

Ancaman Nyawa di Jalan Raya dan Rumah Sakit


Shukla memberikan gambaran simulasi yang sangat mencekam mengenai bahaya serangan siber bagi keselamatan jiwa. 

Bayangkan jika Anda sedang mengendarai mobil pintar (connected car) di jalan tol dengan kecepatan tinggi, lalu tiba-tiba kendali setir berpindah tangan ke peretas.

"Jika Anda mengendarai mobil di kecepatan 120 km/jam dan tiba-tiba setir tidak bisa dikendalikan, Anda tidak akan lagi peduli berapa sisa uang di bank. Anda akan mencemaskan nyawa Anda," tegasnya.

Bukan hanya di jalan raya, sektor kesehatan juga berada di ujung tanduk. Sebuah cyber attack pada perangkat medis yang mampu mengubah data pasien secara real-time bisa berakibat fatal. 

Salah dosis obat atau kesalahan prosedur akibat manipulasi data digital dapat menyebabkan kematian seketika.

Blackout Nasional Akibat Peretasan Listrik


Selain risiko individu, ancaman berskala nasional juga menghantui. Peretasan pada komponen pembangkit listrik dan sistem transmisi dapat menyebabkan pemadaman listrik total (blackout) secara nasional.

Hal ini terjadi karena adanya penyatuan antara Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). 

Transformasi digital yang masif dalam beberapa tahun terakhir justru memperluas permukaan serangan (attack surface), memberikan celah bagi pelaku untuk menyebabkan gangguan fisik yang nyata.

Sensor IoT Menjamur, Celah Keamanan Terbuka


Dunia saat ini dihuni oleh sekitar 8 miliar manusia, namun dikelilingi oleh lebih dari 30 miliar sensor IoT (Internet of Things). 

Artinya, rata-rata setiap manusia dikelilingi oleh lebih dari 3,5 sensor setiap saat.

Banyaknya perangkat yang terhubung ke internet ini menjadi pintu masuk empuk bagi para peretas. 

Shukla menekankan bahwa batas-batas keamanan siber kini telah bergeser dari sekadar keamanan data menuju keamanan manusia seutuhnya.

Perang Siber yang Tanpa Akhir


Berbeda dengan perang fisik yang memiliki batas waktu tertentu, Shukla menyebut bahwa perang siber terjadi terus-menerus tanpa henti. 

Kecepatan serangan pun semakin meningkat seiring digunakannya teknologi AI oleh para pelaku kriminal siber.

Untuk menghadapi ancaman ini, ia menyarankan agar literasi keamanan siber dan etika digital mulai diajarkan sejak bangku sekolah dasar. 

Kesadaran akan privasi dan keamanan digital kini dianggap sama pentingnya dengan kemampuan berbahasa sebagai fondasi dasar kehidupan di era modern.

Ke depan, pengujian terus-menerus terhadap rantai pasok dan ancaman berbasis AI menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan nasional di ruang digital. 

Dampak dari kelalaian siber tidak lagi hanya soal kerugian materi, tapi taruhannya adalah nyawa manusia.

(*)

TerPopuler

close