Pasar Kripto Menguat Kapitalisasi Tembus US$3 Triliun Bitcoin Bertahan di Zona Positif

19 December 2025, December 19, 2025
Pasar Kripto Menguat Kapitalisasi Tembus US$3 Triliun Bitcoin Bertahan di Zona Positif

  • Kapitalisasi pasar kripto global naik 1,6 persen menjadi US$3,05 triliun, didorong penguatan mayoritas aset digital utama.
  • Bitcoin menguat ke kisaran US$87.900, sementara Ethereum mencatat kenaikan tertinggi di jajaran 10 besar kripto.
  • Sentimen pasar masih berada di zona ketakutan meski didukung data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.


Langgampos.net - Pasar kripto hari ini bergerak menguat dan kembali menarik perhatian investor global. Data terbaru menunjukkan kapitalisasi pasar aset kripto meningkat 1,6 persen menjadi US$3,05 triliun, sementara total volume perdagangan tercatat mencapai US$164 miliar. Penguatan ini terjadi seiring 90 dari 100 koin terbesar mencatat kenaikan harga dalam 24 jam terakhir.

Di jajaran 10 besar berdasarkan kapitalisasi pasar, seluruh aset kripto utama bergerak di zona hijau. Bitcoin (BTC) naik 1,4 persen dan diperdagangkan di level US$87.906. Ethereum (ETH) mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 4,1 persen dan kini berada di harga US$2.953. Dogecoin (DOGE) turut menguat 2,4 persen ke US$0,128, sementara Tron (TRX) mengalami kenaikan paling terbatas sebesar 0,8 persen ke level US$0,2794.

Penguatan juga terlihat pada kelompok 100 besar kripto. Sebanyak 90 aset mengalami kenaikan, dua di antaranya mencatat lonjakan dua digit. Provenance Blockchain (HASH) melonjak 10,1 persen ke harga US$0,03094, sedangkan Bitcoin Cash (BCH) naik 10 persen dan diperdagangkan di kisaran US$587. Di sisi lain, MemeCore (M) menjadi aset dengan pelemahan terdalam setelah turun 8,2 persen ke US$1,54, disusul Mantle (MNT) yang melemah 3,7 persen ke US$1,17.

Dari sisi makroekonomi, sentimen pasar turut dipengaruhi laporan inflasi Amerika Serikat. Data tertunda dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan kenaikan harga konsumen pada November lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini memicu harapan investor bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter AS. Selain itu, pasar juga mencermati kabar Binance yang disebut tengah mempertimbangkan kembali masuk ke pasar Amerika Serikat melalui perubahan struktur operasional Binance.US.

Meski demikian, analis menilai pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian. Pergerakan harga Bitcoin dinilai mencerminkan dominasi penjual dan keraguan pelaku pasar terhadap arah ekonomi global. Reli harga yang sempat terjadi setelah rilis data inflasi AS dinilai tidak bertahan lama karena kualitas data dianggap belum cukup kuat sebagai indikator tren jangka panjang.

Secara teknikal, Bitcoin sempat bergerak mendatar sebelum melonjak ke puncak harian US$89.219, lalu terkoreksi tajam hingga US$84.581 dan kembali pulih ke level US$87.906. Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat turun 5 persen, melemah 3,4 persen dalam sebulan, serta terkoreksi 13,2 persen secara tahunan. Harga Bitcoin juga masih sekitar 30 persen di bawah rekor tertinggi Oktober di level US$126.080. Investor kini menanti apakah BTC mampu menembus dan bertahan di atas US$90.000 sebagai sinyal lanjutan menuju level psikologis US$100.000, sementara tekanan turun berpotensi menyeret harga ke area US$74.000.

Ethereum juga menunjukkan volatilitas tinggi. ETH sempat menyentuh US$2.989 sebelum turun ke US$2.781 dan kembali pulih ke kisaran US$2.953. Dalam sepekan, ETH turun 9,2 persen dan masih melemah hampir 40 persen dari rekor tertinggi Agustus di US$4.946. Level US$3.000 kini menjadi titik krusial bagi pergerakan harga selanjutnya.

Sementara itu, sentimen pasar kripto masih berada di wilayah ketakutan. Indeks Crypto Fear and Greed tercatat di angka 21, turun dari 22 sehari sebelumnya, dan kembali mendekati zona extreme fear. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu kepastian arah pergerakan selanjutnya.

Dari sisi produk investasi, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatat arus keluar bersih sebesar US$161,32 juta setelah sehari sebelumnya mencatat arus masuk. ETF Ethereum AS juga melanjutkan tren arus keluar selama enam hari berturut-turut. Di tengah tekanan tersebut, minat institusi tetap terlihat, salah satunya melalui aksi akumulasi Ethereum oleh perusahaan treasury BitMine yang dalam sepekan membeli ETH senilai lebih dari US$229 juta dan kini menguasai lebih dari 3,2 persen total pasokan ETH.


(*)

TerPopuler