- Harga Bitcoin (BTC) melonjak hingga menyentuh level US$ 72.000 setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mereda.
- Presiden Donald Trump secara mengejutkan menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran untuk finalisasi kesepakatan damai.
- Sentimen positif ini membuat pasar kripto bergairah kembali (risk-on) setelah sempat tertekan ancaman serangan infrastruktur.
LANGGAMPOS.NET – Kabar mengejutkan datang dari panggung geopolitik dunia yang langsung membuat harga Bitcoin hari ini meroket tajam.
Aset kripto nomor satu di dunia tersebut sukses menembus level psikologis US$ 72.000 atau setara Rp1,14 miliar (asumsi kurs Rp15.900).
Lonjakan harga Bitcoin ini terjadi tepat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu serangan militer yang sebelumnya sempat diancamkan oleh pihak Gedung Putih.
Gencatan Senjata Trump-Iran Jadi Angin Segar
Berdasarkan pantauan pasar, harga Bitcoin melesat sekitar 5 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Padahal sebelumnya, pasar kripto sempat "berdarah" dan mengalami aksi jual masif akibat retorika keras Trump.
Lewat unggahan di akun Truth Social miliknya, Donald Trump menyatakan bahwa hampir semua poin perselisihan telah disepakati.
"Periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian ini difinalisasi dan disempurnakan," tulis Trump dalam unggahannya.
Langkah diplomasi ini langsung mengubah narasi pasar dari yang semula penuh ketakutan menjadi optimis.
Ethereum dan Altcoin Ikut Terkerek Naik
Tidak hanya Bitcoin, harga Ethereum (ETH) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6 persen ke angka US$ 2.257.
Sentimen gencatan senjata ini seolah menjadi katalis bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko (risk-on).
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Namun, pengumuman gencatan senjata ini membuktikan bahwa jalur negosiasi masih menjadi prioritas utama.
Para analis menyebutkan bahwa aliran dana kembali masuk ke pasar kripto dengan sangat cepat begitu berita damai ini tersiar.
Prediksi Harga Bitcoin ke Depan
Kenaikan harga Bitcoin hingga melampaui US$ 72.000 ini merupakan titik tertinggi dalam 20 hari terakhir.
Meskipun demikian, indeks ketakutan dan keserakahan (Fear & Greed Index) masih menunjukkan angka yang waspada.
Banyak investor yang masih mengamati apakah gencatan senjata ini akan bertahan lama atau hanya bersifat sementara.
Jika proses diplomasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin harga Bitcoin akan kembali menguji level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Namun, volatilitas tetap harus diwaspadai mengingat sensitivitas pasar kripto terhadap berita geopolitik global saat ini.
Lonjakan harga Bitcoin ini terjadi tepat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu serangan militer yang sebelumnya sempat diancamkan oleh pihak Gedung Putih.
Gencatan Senjata Trump-Iran Jadi Angin Segar
Berdasarkan pantauan pasar, harga Bitcoin melesat sekitar 5 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Padahal sebelumnya, pasar kripto sempat "berdarah" dan mengalami aksi jual masif akibat retorika keras Trump.
Lewat unggahan di akun Truth Social miliknya, Donald Trump menyatakan bahwa hampir semua poin perselisihan telah disepakati.
"Periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian ini difinalisasi dan disempurnakan," tulis Trump dalam unggahannya.
Langkah diplomasi ini langsung mengubah narasi pasar dari yang semula penuh ketakutan menjadi optimis.
Ethereum dan Altcoin Ikut Terkerek Naik
Tidak hanya Bitcoin, harga Ethereum (ETH) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6 persen ke angka US$ 2.257.
Sentimen gencatan senjata ini seolah menjadi katalis bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko (risk-on).
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Namun, pengumuman gencatan senjata ini membuktikan bahwa jalur negosiasi masih menjadi prioritas utama.
Para analis menyebutkan bahwa aliran dana kembali masuk ke pasar kripto dengan sangat cepat begitu berita damai ini tersiar.
Prediksi Harga Bitcoin ke Depan
Kenaikan harga Bitcoin hingga melampaui US$ 72.000 ini merupakan titik tertinggi dalam 20 hari terakhir.
Meskipun demikian, indeks ketakutan dan keserakahan (Fear & Greed Index) masih menunjukkan angka yang waspada.
Banyak investor yang masih mengamati apakah gencatan senjata ini akan bertahan lama atau hanya bersifat sementara.
Jika proses diplomasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin harga Bitcoin akan kembali menguji level tertinggi sepanjang masa (ATH).
Namun, volatilitas tetap harus diwaspadai mengingat sensitivitas pasar kripto terhadap berita geopolitik global saat ini.
(*)


