Apa Itu Clever is the New Cool? Tren Baru Pop Culture di Tengah Era Anti-Intelektualisme, Ini Alasannya Jadi Viral!

23 March 2026, March 23, 2026
Donasi Langgampos Net
Apa Itu Clever is the New Cool? Tren Baru Pop Culture di Tengah Era Anti-Intelektualisme, Ini Alasannya Jadi Viral!

  • Fenomena Baru: Di tengah maraknya sikap anti-intelektual di dunia politik, budaya populer justru menunjukkan tren sebaliknya di mana menjadi "pintar" kini dianggap keren.
  • Ikon Pop: Selebriti papan atas seperti Dua Lipa hingga Kim Kardashian mulai mengadopsi citra intelektual melalui klub buku dan studi hukum.
  • Perlawanan Budaya: Tren ini dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap arus informasi dangkal dan hoaks yang mendominasi media sosial saat ini.

LANGGAMPOS.NET – Belakangan ini istilah Clever is the New Cool tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda dan pemerhati budaya populer.

Fenomena itu menandai pergeseran besar di mana kecerdasan dan kedalaman berpikir mulai menggeser sekadar tampilan fisik atau keviralannya yang instan di media sosial.

Melansir dari laporan laman The Guardian, saat ini dunia sedang berada dalam periode anti-intelektualisme politik yang cukup parah. 

Namun, uniknya, di ranah pop culture, menjadi sosok yang berwawasan luas alias "pintar" justru menjadi standar gaya hidup baru yang sangat diminati.

Tren Pop Culture Clever is the New Cool


Jika dahulu dunia selebriti identik dengan kemewahan yang hura-hura, kini trennya sudah berubah total. 

Lihat saja bagaimana penyanyi Dua Lipa sukses membangun "Service95", sebuah salon literasi online dan klub buku yang sangat berpengaruh. 

Begitu juga dengan model papan atas Kaia Gerber yang sering tertangkap kamera sedang membaca buku sastra berat karya Joan Didion atau Camus di balik panggung fashion week.

Fenomena ini membuktikan bahwa clever is the new cool bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan identitas baru di era digital yang penuh dengan konten-konten "sampah" atau dangkal.

Dampak Anti-Intelektualisme Politik terhadap Budaya

Mengapa tren ini muncul sekarang? Banyak ahli berpendapat bahwa ini adalah reaksi balik (backlash) terhadap kondisi politik global. 

Di saat banyak politisi menggunakan narasi yang memecah belah dan mengabaikan fakta, masyarakat—terutama Generasi Z—mulai mencari perlindungan dalam ilmu pengetahuan dan literasi.

Anti-intelektualisme politik yang seringkali meremehkan keahlian dan data, justru memicu gerakan tandingan di dunia kreatif. 

Desainer fashion kini mulai menyertakan daftar bacaan feminis Prancis dalam catatan peragaan busana mereka, menjadikannya pernyataan politik yang elegan.

Mengapa Menjadi Pintar Kini Dianggap Keren di Media Sosial


Bagi banyak orang, menunjukkan sisi intelektual adalah cara untuk membedakan diri dari kerumunan. Di platform seperti TikTok (BookTok) atau Instagram, konten bertema buku dan diskusi mendalam mendapatkan engagement yang luar biasa tinggi.

Anak muda zaman sekarang merasa bahwa memiliki pengetahuan luas adalah bentuk "perlawanan" terhadap algoritma media sosial yang terus menyuapi mereka dengan konten-konten pendek yang tidak mendidik.

Kesimpulan

Tren Clever is the New Cool ini diharapkan tidak hanya menjadi gaya hidup sesaat atau sekadar pencitraan (performative reading). 

Dengan kembalinya minat terhadap kedalaman berpikir, diharapkan masyarakat lebih kritis dalam menyaring informasi di tengah gempuran hoaks dan narasi politik yang menyesatkan. 

Menjadi pintar bukan lagi hal yang membosankan, melainkan simbol baru dari sebuah kemewahan intelektual.

(*)

TerPopuler

close