- Jack Dorsey menyebut AI telah mengubah struktur fundamental perusahaan, di mana tim kecil kini mampu bekerja lebih efektif dibanding tim besar.
- Perusahaan fintech Block Inc. resmi memangkas 4.000 karyawan atau hampir setengah dari total tenaga kerja demi integrasi penuh teknologi AI.
- Para ahli memprediksi skenario buruk pada 2028 dengan tingkat pengangguran mencapai 10,2% akibat disrupsi AI di berbagai sektor industri.
LANGGAMPOS.NET – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri teknologi diprediksi akan semakin parah seiring dengan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.
Pendiri Twitter sekaligus CEO Block Inc., Jack Dorsey, memberikan peringatan keras mengenai perubahan struktural yang sedang terjadi di dunia kerja saat ini.
Dorsey menegaskan bahwa teknologi AI bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan alat utama yang mengubah cara perusahaan beroperasi secara internal.
"Alat-alat intelijen telah mengubah arti membangun dan menjalankan perusahaan. Kita sudah melihatnya secara internal. Tim yang jauh lebih kecil yang menggunakan alat-alat tersebut dapat melakukan lebih banyak hal dan melakukannya dengan lebih baik," ujar Dorsey dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026).
Langkah drastis diambil oleh Block Inc. dengan rencana pemangkasan lebih dari 4.000 pekerjaan.
Angka tersebut setara dengan hampir setengah dari total tenaga kerja perusahaan fintech tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perombakan besar-besaran untuk menanamkan AI di seluruh lini operasi mereka.
Dorsey menilai bahwa banyak perusahaan lain sebenarnya sudah terlambat dalam menyadari potensi transformatif dari teknologi ini.
"Saya rasa kita tidak terlalu cepat menyadari hal ini. Saya rasa sebagian besar perusahaan sudah terlambat," tambahnya.
Ia juga memperingatkan rekan-rekan sesama pemimpin perusahaan bahwa mereka akan menghadapi kesimpulan yang sama dalam waktu satu tahun ke depan.
Dorsey memilih untuk melakukan perubahan secara proaktif daripada harus merespons dalam kondisi terdesak di masa depan.
"Saya lebih suka mencapainya secara jujur dan dengan cara kita sendiri daripada dipaksa untuk melakukannya secara reaktif," ujarnya.
Pernyataan Dorsey ini memicu perdebatan hangat di kalangan investor dan pengamat ekonomi mengenai masa depan tenaga kerja manusia.
Pasar modal sendiri merespons positif langkah Block Inc., yang terlihat dari kenaikan tajam harga saham perusahaan pada hari Jumat lalu.
Investor tampaknya lebih menghargai efisiensi struktur perusahaan yang didorong oleh AI daripada jumlah tenaga kerja yang besar.
Namun, di sisi lain, kepala strategi ekonomi di Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, memberikan pandangan yang berbeda.
"AI adalah kambing hitam baru," kata Brian Jacobsen pada hari Jumat.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh laporan dari Citrini Research yang memproyeksikan skenario ekonomi pada tahun 2028.
Laporan tersebut meramalkan pengangguran bisa melonjak hingga 10,2% akibat perpindahan pekerja yang cepat di sektor logistik, pengiriman, dan perangkat lunak.
Hingga kini, banyak eksekutif masih enggan mengakui bahwa AI akan menggantikan posisi manusia secara total meskipun investasi besar terus dikucurkan.
Dampak nyata dari efisiensi teknologi ini kini mulai dirasakan langsung oleh ribuan pekerja di sektor teknologi global.
(*)


