- Sejumlah titik panas (hotspots) terdeteksi di Johor Timur, Malaysia, yang memicu bau asap menyengat di berbagai wilayah Singapura.
- Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) melaporkan arah angin membawa kabut asap ke wilayah pesisir timur laut Singapura.
- Meski bau sangit sangat terasa, indeks standar pencemar udara (PSI) sejauh ini masih terpantau dalam kategori baik hingga sedang.
LANGGAMPOS.NET - Warga Singapura dihebohkan dengan munculnya bau sangit atau bau benda terbakar yang menyengat sejak Rabu malam (25/3/2026).
Bau tersebut dilaporkan terasa sangat kuat di wilayah utara dan timur, membuat banyak warga terpaksa menutup rapat jendela rumah mereka.
Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mengonfirmasi bahwa fenomena ini disebabkan oleh asap kiriman dari Johor yang tertiup angin ke arah Singapura.
Titik Panas di Johor Timur
Berdasarkan citra satelit terbaru, terdapat klaster titik panas yang terkonsentrasi di wilayah Johor Timur, Malaysia.
Lokasi kebakaran hutan ini berada di kawasan Pengerang dan Sedili Kechil, Distrik Kota Tinggi.
Petugas pemadam kebakaran di Johor dikabarkan sedang berjuang keras memadamkan api yang melahap lahan cukup luas di jalur Tol Desaru-Pengerang.
Kondisi cuaca yang kering dan panas mempercepat penyebaran titik api di wilayah tersebut.
"Asap dari titik panas di Johor Timur masih berpotensi memengaruhi Singapura jika angin terus bertiup dari arah yang sama," tulis NEA dalam keterangannya.
Laporan dari warga menyebutkan bau menyengat ini terasa hingga ke Punggol, Pasir Ris, Tampines, hingga wilayah barat seperti Clementi.
Beberapa warga bahkan mengeluhkan mata perih dan gangguan tenggorokan akibat udara yang tercemar bau asap tersebut.
Meskipun bau asap sangat mengganggu, NEA memastikan kualitas udara masih dalam batas aman.
Hingga Kamis pagi, Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam di Singapura berada di angka 39 hingga 65.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara masih berada pada kategori 'Baik' hingga 'Sedang'.
Namun, NEA mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan melalui aplikasi myENV atau situs resmi mereka.
Masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan jika bau asap semakin pekat, terutama bagi kelompok rentan.
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan titik api di Johor dan arah pergerakan asap.
Kondisi cuaca kering di wilayah regional diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir pekan ini.
Warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi peningkatan kabut asap kiriman jika kebakaran hutan di Malaysia belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Petugas pemadam kebakaran di Johor dikabarkan sedang berjuang keras memadamkan api yang melahap lahan cukup luas di jalur Tol Desaru-Pengerang.
Kondisi cuaca yang kering dan panas mempercepat penyebaran titik api di wilayah tersebut.
Pengaruh Angin Timur Laut
NEA menjelaskan bahwa pola angin yang bertiup dari arah timur laut menjadi penyebab utama asap tersebut sampai ke daratan Singapura."Asap dari titik panas di Johor Timur masih berpotensi memengaruhi Singapura jika angin terus bertiup dari arah yang sama," tulis NEA dalam keterangannya.
Laporan dari warga menyebutkan bau menyengat ini terasa hingga ke Punggol, Pasir Ris, Tampines, hingga wilayah barat seperti Clementi.
Beberapa warga bahkan mengeluhkan mata perih dan gangguan tenggorokan akibat udara yang tercemar bau asap tersebut.
Kondisi Kualitas Udara (PSI) Singapura
Meskipun bau asap sangat mengganggu, NEA memastikan kualitas udara masih dalam batas aman.
Hingga Kamis pagi, Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam di Singapura berada di angka 39 hingga 65.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara masih berada pada kategori 'Baik' hingga 'Sedang'.
Namun, NEA mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan melalui aplikasi myENV atau situs resmi mereka.
Antisipasi Dampak Kabut Asap Johor
Masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan jika bau asap semakin pekat, terutama bagi kelompok rentan.
Pihak berwenang akan terus memantau perkembangan titik api di Johor dan arah pergerakan asap.
Kondisi cuaca kering di wilayah regional diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir pekan ini.
Warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi peningkatan kabut asap kiriman jika kebakaran hutan di Malaysia belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
(*)


