Orang Tua Wajib Tahu Kapan Si Kecil Siap Puasa Full Seharian Menurut Penjelasan Dokter

27 February 2026, February 27, 2026
Orang Tua Wajib Tahu Kapan Si Kecil Siap Puasa Full Seharian Menurut Penjelasan Dokter


  • Para ahli medis menyarankan usia 10 tahun sebagai patokan umum anak mulai kuat berpuasa penuh, namun kondisi fisik tetap menjadi kunci utama.
  • Kesiapan setiap anak berbeda-beda, sehingga orang tua dilarang memaksa jika kondisi kesehatan anak menurun selama belajar berpuasa.
  • Konsultasi dengan dokter anak sangat dianjurkan jika orang tua ragu mengenai kecukupan gizi buah hati sebelum menjalani puasa Ramadan.

LANGGAMPOS.NET – Momen Ramadan sering kali menjadi waktu bagi orang tua untuk mulai melatih buah hati mereka menjalankan ibadah puasa. Namun, banyak yang masih bingung mengenai kapan waktu yang benar-benar tepat untuk membiarkan anak berpuasa hingga magrib.

Secara medis, penentuan usia ideal ini sebenarnya sangat bergantung pada kondisi kesehatan serta postur tubuh si kecil secara menyeluruh. Tidak ada angka pasti yang kaku karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda.

Meski demikian, secara umum anak-anak yang berada dalam kondisi sehat biasanya dianggap sudah mampu mulai mencoba puasa seharian penuh saat menginjak usia 10 tahun. Hal yang perlu diingat adalah orang tua tidak boleh memberikan paksaan.

Dr. Abeer Khayat, seorang dokter spesialis anak dari American Hospital Dubai, menjelaskan bahwa kesiapan setiap anak bersifat sangat individual. Minat anak pun menjadi faktor penting dalam memulai proses belajar ini.

"Jika seorang anak menunjukkan minat untuk berpuasa di usia dini, orang tua boleh mengizinkan anak mereka untuk mencoba. Namun, jika anak sakit atau kesehatannya memburuk, orang tua sebaiknya tidak mengizinkannya," kata Khayat.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik anak akan semakin matang. Khayat menyebutkan bahwa memasuki masa pubertas atau sekitar usia 15 tahun, anak-anak biasanya sudah bisa berpuasa penuh layaknya orang dewasa.

Kapasitas anak dalam menahan lapar dan haus juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup harian mereka. Nutrisi yang masuk saat sahur dan buka menjadi pondasi penting agar tubuh mereka tetap terjaga.

Ia menambahkan, "Jika orang tua tidak yakin tentang status gizi anak mereka, sebaiknya periksa ke dokter anak sebelum mengizinkan anak berpuasa."

Langkah bertahap adalah kunci sukses dalam mengenalkan ibadah ini kepada anak. Para ahli sepakat bahwa pendidikan agama harus berjalan beriringan dengan pemantauan kondisi fisik yang ketat.

Keamanan dan kesejahteraan anak tetap menjadi prioritas paling tinggi di atas segalanya. Pastikan si kecil tetap mendapatkan asupan yang cukup dan tidak mengalami dehidrasi berlebih selama masa pembelajaran.


(*)

TerPopuler

close