- Bitcoin mengalami penurunan tajam ke level terendah dalam 17 hari terakhir akibat ketegangan kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
- Likuidasi pasar mencapai hampir $500 juta dengan dominasi posisi long yang terhapus dalam waktu singkat.
- Analis menetapkan tiga level dukungan kunci yang harus dijaga agar Bitcoin tidak jatuh lebih dalam ke area $40.000.
Pemicu utamanya datang dari eskalasi kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Setelah Mahkamah Agung AS menyatakan beberapa tarif sebelumnya ilegal, Trump justru membalas dengan mengumumkan tarif global sementara sebesar 10% melalui regulasi Section 122.
Ketegangan ini semakin memanas ketika tarif tersebut dinaikkan menjadi 15% hanya berselang sehari kemudian. Meski pasar sempat bertahan di akhir pekan, tekanan jual meledak sesaat setelah pasar berjangka konvensional dibuka pada Minggu sore.
Harga Bitcoin langsung meluncur dari kisaran $67.800 ke titik terendah 17 hari di level $64.350. Saat ini, BTC mencoba bertahan dan berkonsolidasi di sekitar area $66.000 untuk mencari pijakan baru.
Penurunan ini memicu efek domino yang menghancurkan di pasar derivatif. Data dari CoinGlass mencatat total likuidasi menembus angka $500 juta, di mana sekitar 90% di antaranya merupakan posisi beli (long) yang dipaksa tutup.
Analis populer Ali Martinez memperingatkan adanya potensi penurunan lebih lanjut jika dukungan saat ini gagal bertahan. Berdasarkan basis biaya pemegang BTC, terdapat tiga level krusial yang perlu diperhatikan: $58.467, $54.439, dan level psikologis berat di $41.488.
Di sisi lain, Santiment mencatat bahwa Open Interest telah merosot tajam menjadi $19,5 miliar. Angka ini kurang dari separuh dari puncak tertingginya di Januari 2026 yang sempat menyentuh $38,3 miliar.
Menariknya, kepanikan (FUD) di media sosial justru meningkat pesat di kalangan investor ritel. Secara historis, tingkat ketakutan yang ekstrem seperti ini sering kali menjadi indikator awal terjadinya pemulihan harga secara cepat.
Pasar kini sedang menunggu apakah Bitcoin mampu memantul kembali atau justru terperosok ke level dukungan yang lebih rendah. Para investor disarankan tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan makroekonomi yang terus berubah cepat.
Kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya aset digital terhadap dinamika politik global. Pemulihan harga tetap menjadi harapan besar bagi komunitas kripto di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda saat ini.
Di sisi lain, Santiment mencatat bahwa Open Interest telah merosot tajam menjadi $19,5 miliar. Angka ini kurang dari separuh dari puncak tertingginya di Januari 2026 yang sempat menyentuh $38,3 miliar.
Menariknya, kepanikan (FUD) di media sosial justru meningkat pesat di kalangan investor ritel. Secara historis, tingkat ketakutan yang ekstrem seperti ini sering kali menjadi indikator awal terjadinya pemulihan harga secara cepat.
Pasar kini sedang menunggu apakah Bitcoin mampu memantul kembali atau justru terperosok ke level dukungan yang lebih rendah. Para investor disarankan tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan makroekonomi yang terus berubah cepat.
Kondisi ini menunjukkan betapa sensitifnya aset digital terhadap dinamika politik global. Pemulihan harga tetap menjadi harapan besar bagi komunitas kripto di tengah ketidakpastian ekonomi yang melanda saat ini.
(*)
