- Dirut RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes., menghadiri acara buka puasa bersama alim ulama di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
- Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan pimpinan lembaga daerah.
- Bupati Sumenep menekankan pentingnya membersihkan hati dan menata niat dalam menjalankan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Wajah teduh menyelimuti Pendopo Agung Keraton Sumenep saat jajaran pimpinan daerah berkumpul bersama para tokoh agama.
Di tengah deretan pejabat yang hadir, sosok Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes., tampak hadir mengikuti prosesi buka puasa bersama alim ulama, Jumat (27/02/2026).
Mengenakan busana sederhana namun anggun, kehadiran perempuan yang dikenal teliti dalam pelayanan kesehatan ini menarik perhatian tamu undangan.
Ia hadir membaur bersama elemen pimpinan daerah lainnya, menegaskan pentingnya harmoni antara profesionalisme kerja dengan nilai spiritual.
Acara yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar ajang makan bersama, melainkan simbol kuatnya sinergi di ujung timur Pulau Madura.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen Ramadan harus menjadi ruang refleksi mendalam bagi para pejabat.
“Ini bukan sekadar formalitas. Momen ini mengingatkan kita untuk menata ulang niat, membersihkan hati, dan memperkuat tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” ujarnya.
Fauzi juga menyampaikan pesan penting mengenai kolaborasi antara ulama dan umara dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
Menurutnya, setiap langkah pembangunan harus berpijak pada keadilan agar doa masyarakat menemukan jalannya dalam tindakan nyata.
Selain Dirut RSUD Sumenep, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati, jajaran DPRD Kabupaten Sumenep, serta unsur pimpinan TNI dan Polri.
Tampak pula para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparat penegak hukum duduk berdampingan dengan para kiai dari berbagai pelosok Sumenep.
Dr. Erliyati sendiri selama ini dikenal sebagai pemimpin yang terjun langsung memastikan kualitas layanan pasien dan kesiapan fasilitas di rumah sakit pelat merah tersebut.
Kehadirannya di acara keagamaan ini seolah mempertegas bahwa pelayanan publik yang prima harus dilandasi oleh integritas dan kerendahan hati.
Suasana khidmat kian terasa saat acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep.
Harapannya, para pemimpin di Sumenep tetap amanah dan setiap langkah pembangunan yang dilakukan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.
Bulan suci Ramadan tahun ini benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang berpijak pada profesionalisme serta nilai spiritualitas yang kuat.
(*)

