Bahaya Zat Akrilamida dalam Makanan Pemicu Kanker yang Sering Dikonsumsi

31 January 2026, January 31, 2026
Bahaya Zat Akrilamida dalam Makanan Pemicu Kanker yang Sering Dikonsumsi

  • Kanker tetap menjadi penyebab kematian utama global yang dipicu faktor genetik hingga pola makan.
  • Zat kimia akrilamida terbentuk secara alami pada makanan berpati saat dimasak di atas suhu 120°C.
  • FDA dan pakar kesehatan menyarankan pengurangan konsumsi gorengan serta makanan panggang untuk menekan risiko karsinogen.




Bahaya Zat Akrilamida dalam Makanan Pemicu Kanker yang Sering Dikonsumsi


LANGGAMPOS.NET - Penyakit kanker terus menjadi ancaman kesehatan serius di seluruh dunia karena kemampuannya menyerang segala usia melalui pertumbuhan sel abnormal.

Selain faktor keturunan, kebiasaan mengonsumsi makanan yang diproses dengan metode tertentu kini menjadi sorotan utama para peneliti kesehatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan adanya senyawa kimia bernama akrilamida yang muncul secara alami saat makanan diproses pada suhu tinggi.

Zat ini umumnya terbentuk pada bahan pangan nabati yang kaya pati ketika digoreng atau dipanggang melebihi suhu 120 derajat Celsius.

Melansir data dari Times of India, terdapat beberapa jenis makanan yang perlu diwaspadai karena kadar akrilamida di dalamnya:

Gorengan Keripik dan kentang goreng merupakan penyumbang terbesar karena reaksi gula alami dan asam amino pada suhu ekstrem. Kadar akrilamida pada keripik kentang bahkan bisa mencapai lebih dari 2000 µg/kg jika digoreng terlalu lama.

Biskuit dan Kue Kering Kemasan Camilan ini sering dipanggang pada suhu tinggi dan mengandung gula rafinasi. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida di dalamnya berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg tergantung metode pemanggangan.

Roti Panggang Warna roti yang semakin gelap menandakan tingginya pembentukan zat kimia. Roti yang dipanggang hingga cokelat tua memiliki risiko jauh lebih besar dibandingkan roti yang hanya dipanggang tipis atau berwarna terang.

Kopi Senyawa berbahaya ini terbentuk selama proses penyangraian biji kopi. Kopi instan dalam bentuk bubuk tercatat memiliki konsentrasi akrilamida yang jauh lebih tinggi daripada kopi seduh.

Sereal Sarapan Kemasan Produk seperti corn flakes dan sereal gandum yang disangrai suhu tinggi menyimpan kadar akrilamida signifikan. Memilih biji-bijian yang dimasak tradisional seperti oat menjadi pilihan yang jauh lebih aman.

Para ahli menyarankan masyarakat mulai beralih ke metode masak rebus atau menggunakan alat penggoreng udara (air fryer) untuk menekan risiko kesehatan.

Upaya ini dianggap efektif dalam meminimalisir paparan karsinogen potensial masuk ke dalam sistem pencernaan manusia setiap hari.


(*)

TerPopuler