Bukti Perkawinan Manusia Modern dan Neanderthal Ditemukan pada Fosil Anak di Israel

31 January 2026, January 31, 2026
Bukti Perkawinan Manusia Modern dan Neanderthal Ditemukan pada Fosil Anak di Israel


  • Fosil anak di Gua Skhul, Israel, membuktikan adanya perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal sejak 140.000 tahun lalu.
  • Temuan ini mematahkan teori lama yang menyebutkan persilangan antarspesies tersebut baru terjadi sekitar 60.000 tahun silam.
  • Hasil analisis menunjukkan migrasi manusia keluar dari Afrika terjadi lebih awal dan dalam beberapa gelombang yang berulang.




Bukti Perkawinan Manusia Modern dan Neanderthal Ditemukan pada Fosil Anak di Israel


LANGGAMPOS.NET – Sebuah terobosan besar dalam sejarah evolusi manusia baru saja terungkap melalui analisis terbaru terhadap fosil tengkorak anak berusia lima tahun di Israel. Temuan ini membuktikan bahwa persilangan antara spesies Homo sapiens dan Neanderthal terjadi jauh lebih awal dari yang selama ini diyakini oleh para ilmuwan.

Tim peneliti dari Universitas Tel Aviv dan National Centre for Scientific Research Prancis berhasil mengidentifikasi bukti paling kuno terkait percampuran genetik antarspesies homonin.

Fosil yang ditemukan di Gua Skhul, Gunung Carmel, ini sebenarnya telah ditemukan sejak 90 tahun lalu. Namun, teknologi analisis terbaru menunjukkan karakteristik unik yang menggabungkan fitur fisik kedua spesies tersebut.

Para peneliti menegaskan bahwa tengkorak ini memiliki bentuk bulat khas manusia modern, namun dilengkapi dengan struktur rahang dan telinga yang identik dengan Neanderthal.

Temuan ini sekaligus mengubah peta sejarah migrasi manusia. Terungkap bahwa nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika lebih awal dalam gelombang yang berulang, bukan sekadar satu peristiwa besar tunggal.

"Studi genetika dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kedua kelompok bertukar gen," kata Israel Hershkovitz dari Universitas Tel Aviv.

Ia menambahkan bahwa selama ini ilmuwan percaya pertukaran gen hanya terjadi antara 60.000 hingga 40.000 tahun silam. Hal ini didasarkan pada jejak DNA Neanderthal sebanyak 2 hingga 6 persen yang masih ada pada manusia modern saat ini.

"Sampai hari ini, 40.000 tahun setelah Neanderthal terakhir punah, bagian dari genom kita, 2 hingga 6 persen, berasal dari Neanderthal. Namun, pertukaran ini terjadi jauh setelahnya, antara 60.000 hingga 40.000 tahun silam. Fosil ini, usianya 140.000 tahun," jelas Hershkovitz.

Berdasarkan studi yang diterbitkan tahun 2024, fosil anak di Gua Skhul ini diduga bukan berasal dari kelompok nenek moyang langsung yang menyebar ke seluruh dunia, melainkan dari kelompok migrasi awal yang menetap di wilayah tersebut.

Neanderthal sendiri diperkirakan telah mendiami wilayah yang kini menjadi Israel sejak 400.000 tahun lalu. Mereka kemudian bertemu dengan Homo sapiens di situs arkeologi Nesher Ramla sekitar 200.000 tahun yang lalu.

"Fosil yang kami pelajari adalah bukti paling awal perkawinan antara Neanderthal dan Homo sapiens," kata Hershkovitz.

Temuan ini jauh lebih tua dibandingkan temuan serupa di Portugal pada 1998. Fosil "anak Lembah Lapedo" yang ditemukan saat itu hanya berusia 28.000 tahun, atau selisih 100.000 tahun lebih muda dibandingkan fosil Skhul.

Kini, para ilmuwan terus mendalami temuan ini untuk memahami lebih lanjut bagaimana interaksi sosial dan biologis antara kedua spesies tersebut membentuk sejarah panjang umat manusia.



(*)

TerPopuler