- Tren Positif: Okupansi hotel di Sumenep melonjak drastis hingga 85 persen menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
- Destinasi Favorit: Wisatawan mancanegara dan domestik memadati Sumenep karena daya tarik wisata budaya, religi, dan bahari yang ikonik.
- Dampak Ekonomi: Kenaikan tingkat hunian ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi bagi UMKM dan pelaku usaha lokal di Madura.
Langgampos.net - Sumenep - Lonjakan signifikan tingkat hunian hotel di Kabupaten Sumenep kini menjadi bukti kuat bahwa destinasi wisata di ujung timur Pulau Madura semakin diminati menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Berdasarkan data terkini, angka okupansi hotel di wilayah tersebut meroket tajam melampaui rata-rata harian biasanya seiring dengan gelombang kedatangan wisatawan yang ingin menghabiskan momentum akhir tahun di berbagai objek wisata unggulan Sumenep.
Kenaikan ini terpantau mulai menunjukkan grafik vertikal sejak pekan ketiga Desember 2025. Jika pada awal bulan rata-rata tingkat hunian hanya bertengger di angka 40 hingga 60 persen, memasuki tanggal 24 Desember 2025, angka tersebut melesat di atas 70 persen.
Kenaikan ini terpantau mulai menunjukkan grafik vertikal sejak pekan ketiga Desember 2025. Jika pada awal bulan rata-rata tingkat hunian hanya bertengger di angka 40 hingga 60 persen, memasuki tanggal 24 Desember 2025, angka tersebut melesat di atas 70 persen.
Bahkan, pada puncak perayaan Natal, sejumlah hotel ternama melaporkan keterisian kamar mencapai angka fantastis, yakni 85 persen.
Beberapa penyedia jasa penginapan yang mencatat pertumbuhan pesat antara lain:
Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, memberikan pernyataan resminya pada Selasa (30/12/2025).
Beberapa penyedia jasa penginapan yang mencatat pertumbuhan pesat antara lain:
| Nama Hotel | Okupansi 18 Des | Okupansi 25-27 Des |
| Hotel De Baghraf | 52% | 80% - 85% |
| Hotel Myze | - | 85% |
| Hotel Kaberaz | - | 80% |
Ia menilai situasi ini sebagai sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata daerah.
“Lonjakan okupansi hotel menjelang libur Natal dan Tahun Baru menunjukkan pariwisata Sumenep semakin diminati. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Madura dan Jawa Timur,” kata Moh. Iksan.
Menurut Iksan, kombinasi antara wisata budaya, religi, serta pesona bahari di wilayah daratan maupun kepulauan menjadi magnet utama.
“Lonjakan okupansi hotel menjelang libur Natal dan Tahun Baru menunjukkan pariwisata Sumenep semakin diminati. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Madura dan Jawa Timur,” kata Moh. Iksan.
Menurut Iksan, kombinasi antara wisata budaya, religi, serta pesona bahari di wilayah daratan maupun kepulauan menjadi magnet utama.
Momentum libur panjang juga menjadi alasan para pelancong untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Sumenep.
Pihak pemerintah daerah optimistis tren ini akan mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun baru.
Pihak pemerintah daerah optimistis tren ini akan mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun baru.
Disbudporapar juga meminta para pelaku usaha terus menjaga standar pelayanan demi kenyamanan para tamu.
“Kami berharap momentum libur akhir tahun ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata, perhotelan, dan UMKM lokal,” pungkasnya.
“Kami berharap momentum libur akhir tahun ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata, perhotelan, dan UMKM lokal,” pungkasnya.
(*)
