- Kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya tercatat pernah memperluas kekuasaan hingga ke mancanegara.
- Wilayah yang kini menjadi Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste memiliki keterikatan politik dengan Nusantara di masa lalu.
- Pengaruh ini dibuktikan melalui kitab Negarakretagama, catatan perjalanan pendeta asing, hingga naskah kuno yang diakui sejarawan.
Langgampos.net - Sejarah kerajaan Nusantara mencatatkan tinta emas mengenai luasnya pengaruh politik dan budaya yang melampaui batas wilayah Republik Indonesia saat ini.
Berdasarkan catatan sejarah dan bukti arkeologis, terdapat beberapa negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia melalui dominasi kerajaan maritim besar seperti Majapahit dan Sriwijaya.
Kekuasaan ini tidak hanya mencakup kendali wilayah, tetapi juga dominasi jalur perdagangan strategis di Asia Tenggara yang membuat Nusantara menjadi pusat peradaban yang disegani dunia internasional pada masanya.
Berikut adalah rincian enam negara yang pernah memiliki hubungan kedaulatan dengan kekuasaan berbasis di Nusantara:
1. Timor Leste
Negara yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur ini memiliki sejarah paling kontemporer dengan Indonesia. Setelah lepas dari kolonialisme Portugal pada 1975, wilayah ini sempat menjadi provinsi ke-27 Indonesia.
Berikut adalah rincian enam negara yang pernah memiliki hubungan kedaulatan dengan kekuasaan berbasis di Nusantara:
1. Timor Leste
Negara yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur ini memiliki sejarah paling kontemporer dengan Indonesia. Setelah lepas dari kolonialisme Portugal pada 1975, wilayah ini sempat menjadi provinsi ke-27 Indonesia.
Namun, melalui referendum pada tahun 1999 di masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka dan berdiri sendiri sebagai negara berdaulat.
2. Malaysia
Di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, wilayah Malaysia merupakan bagian penting dari kerajaan maritim tersebut.
2. Malaysia
Di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, wilayah Malaysia merupakan bagian penting dari kerajaan maritim tersebut.
Di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa, Sriwijaya berhasil menyatukan wilayah ini untuk mengamankan jalur perdagangan di Selat Malaka.
Hal ini menjadikan Sriwijaya sebagai entitas politik yang sangat berpengaruh di Semenanjung Malaya.
3. Singapura
Dahulu dikenal dengan nama Temasek atau Tumasik, Singapura adalah titik strategis yang diperebutkan banyak pihak. S
3. Singapura
Dahulu dikenal dengan nama Temasek atau Tumasik, Singapura adalah titik strategis yang diperebutkan banyak pihak. S
ebelum menjadi negara maju seperti sekarang, Singapura pernah berada di bawah kendali Kerajaan Sriwijaya hingga akhir abad ke-13, sebelum akhirnya beralih ke tangan Kerajaan Majapahit pada abad berikutnya.
4. Filipina
Ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Patih Gadjah Mada dan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit disinyalir mencapai wilayah Filipina.
4. Filipina
Ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Patih Gadjah Mada dan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit disinyalir mencapai wilayah Filipina.
Sejumlah ahli sejarah meyakini bahwa penaklukan ini merupakan bagian dari visi besar untuk menyatukan Nusantara di bawah panji Majapahit, mencakup kepulauan di utara yang kini kita kenal sebagai Filipina.
5. Brunei Darussalam
Negara kaya minyak ini memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan Majapahit. Dalam kitab Negarakretagama, Brunei disebut dengan nama Buruneng.
5. Brunei Darussalam
Negara kaya minyak ini memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan Majapahit. Dalam kitab Negarakretagama, Brunei disebut dengan nama Buruneng.
Sebelum masa Majapahit, pengaruh Sriwijaya juga sudah lebih dulu tertanam di sana, terbukti dengan adanya pemukiman yang disebut Vijayanegara di area Teluk Brunei.
6. Kamboja
Catatan dari pendeta asal Tiongkok, I-Tsing, memberikan petunjuk bahwa pengaruh Sriwijaya merambah hingga ke daratan Kamboja.
6. Kamboja
Catatan dari pendeta asal Tiongkok, I-Tsing, memberikan petunjuk bahwa pengaruh Sriwijaya merambah hingga ke daratan Kamboja.
Dominasi ini memungkinkan kerajaan Nusantara tersebut mengendalikan distribusi komoditas berharga seperti cengkih, kayu cendana, hingga kapur barus di pasar internasional.
Memahami catatan sejarah ini memberikan kita perspektif baru betapa kuatnya pengaruh peradaban Nusantara dalam membentuk wajah Asia Tenggara di masa lampau.
Memahami catatan sejarah ini memberikan kita perspektif baru betapa kuatnya pengaruh peradaban Nusantara dalam membentuk wajah Asia Tenggara di masa lampau.
(*)
