Lokasi Kawin Silang Manusia Purba Terungkap di Pegunungan Zagros

30 December 2025, December 30, 2025
Lokasi Kawin Silang Manusia Purba Terungkap di Pegunungan Zagros


  • Peneliti mengungkap lokasi percampuran genetik Homo sapiens dan Neanderthal terjadi di Pegunungan Zagros
  • Analisis dilakukan berdasarkan distribusi geografis kedua spesies pada akhir Zaman Es
  • Temuan ini memperkuat bukti bahwa gen Neanderthal masih diwarisi manusia modern

Langgampos.net - Penelusuran ilmiah terbaru kembali membuka tabir sejarah evolusi manusia. Peneliti memastikan bahwa Pegunungan Zagros di kawasan Asia Barat Daya menjadi lokasi utama terjadinya perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal pada masa lampau, sebuah peristiwa penting yang meninggalkan jejak genetik hingga manusia modern saat ini.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang mengkaji distribusi geografis kedua spesies manusia purba di wilayah Asia bagian barat daya dan Eropa selatan. Kajian difokuskan pada periode akhir Pleistosen atau Zaman Es, masa ketika Homo sapiens dan Neanderthal diketahui hidup dalam rentang waktu yang sama.

Berdasarkan data persebaran tersebut, Pegunungan Zagros dinilai sebagai wilayah yang paling memungkinkan terjadinya pertemuan dan interaksi antarkedua spesies. Daerah ini diketahui pernah dihuni oleh Homo sapiens dan Neanderthal secara bersamaan, sehingga peluang terjadinya perkawinan silang menjadi sangat besar.

Pegunungan Zagros merupakan rangkaian pegunungan luas di dataran Persia yang membentang dari Iran, bagian utara Irak, hingga wilayah tenggara Turki. Kawasan ini memiliki kondisi alam yang beragam, mulai dari lembah, hutan, hingga jalur migrasi alami yang mampu menopang populasi manusia purba dalam jangka panjang.

Selain keanekaragaman hayati dan topografi yang mendukung, posisi Zagros juga strategis secara geografis. Wilayah ini berperan sebagai penghubung antara kawasan Palearktik yang bercuaca dingin dan Afrotropik yang lebih hangat, terutama saat terjadi pergeseran iklim ekstrem pada masa Zaman Es.

Peneliti juga menemukan banyak bukti arkeologi dan genetik di kawasan tersebut. Bukti itu berasal dari sisa-sisa kehidupan Neanderthal dan Homo sapiens yang menunjukkan keberadaan kedua hominin di lokasi yang sama pada periode tertentu.

Jejak percampuran genetik Neanderthal dalam tubuh Homo sapiens modern sebenarnya telah terungkap sejak 2010, setelah genom Neanderthal berhasil dipetakan secara lengkap. Dari pemetaan tersebut, ilmuwan menyimpulkan bahwa sekitar 1 hingga 4 persen genom manusia modern, di luar populasi Afrika, merupakan warisan Neanderthal.

Gen-gen tersebut diketahui memengaruhi sejumlah karakteristik manusia modern, mulai dari bentuk fisik seperti struktur hidung, hingga aspek kesehatan tertentu, termasuk kerentanan terhadap beberapa penyakit.

Penelitian mengenai kehidupan manusia purba masih terus dikembangkan untuk memperkuat atau menguji ulang temuan yang ada. Setiap bukti baru diharapkan mampu memberikan gambaran yang semakin jelas tentang perjalanan panjang evolusi manusia di Bumi.

(*)

TerPopuler