- Disbudporapar Sumenep memastikan fasilitas wisata utama siap menyambut libur Tahun Baru 2026.
- Pengecekan difokuskan pada sanitasi, toilet, air bersih, dan kenyamanan pengunjung.
- Pemkab Sumenep optimistis lonjakan wisatawan mampu mendorong ekonomi lokal.
Langgampos.net - Sumenep - Menjelang libur Tahun Baru 2026, kesiapan destinasi wisata Kabupaten Sumenep menjadi perhatian utama pemerintah daerah demi mengantisipasi lonjakan wisatawan dan menjaga kualitas pelayanan pariwisata.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep memastikan seluruh fasilitas penunjang di sejumlah destinasi wisata unggulan telah siap digunakan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan layanan optimal bagi wisatawan yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari mendatang di wilayah ujung timur Pulau Madura.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andri Zulkarnain, saat menjadi narasumber di Sumenep RRI, Senin (29/12/2025). Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas dasar, terutama sanitasi dan infrastruktur pendukung di objek wisata prioritas.
"Menyambut libur tahun baru, fasilitas penunjang di lokasi wisata seperti toilet dan sarana kebersihan lainnya sudah kami sediakan dan pastikan kelayakannya. Destinasi seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, hingga Museum Keraton sudah dalam posisi siap menyambut wisatawan," ujarnya.
Menurut Andri, kesiapan toilet dan pasokan air bersih di kawasan pantai menjadi fokus utama karena Pantai Lombang dan Pantai Slopeng kerap menjadi pusat keramaian masyarakat saat pergantian tahun. Kondisi tersebut menuntut fasilitas yang memadai agar aktivitas wisata tetap berjalan tertib dan nyaman.
Selain wisata alam, objek wisata sejarah dan budaya juga mendapat perhatian. Museum Keraton Sumenep yang menjadi ikon pariwisata daerah telah melakukan persiapan teknis untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung selama masa libur akhir tahun.
"Kami ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Sumenep merasa nyaman. Fasilitas dasar yang bersih dan memadai adalah kunci dari pelayanan pariwisata yang baik," tambahnya.
Disbudporapar juga meminta pengelola destinasi wisata meningkatkan pengawasan di lapangan, khususnya di kawasan pesisir pantai yang memiliki risiko keselamatan lebih tinggi. Pengunjung diimbau mematuhi aturan keselamatan serta menjaga kebersihan lingkungan wisata.
Di sisi lain, partisipasi wisatawan dalam menjaga kebersihan dinilai penting agar kualitas destinasi tetap terjaga. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan diharapkan mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan wisata yang berkelanjutan.
Melalui kesiapan infrastruktur dan koordinasi dengan pengelola wisata, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis target kunjungan wisatawan akhir tahun dapat tercapai. Peningkatan kunjungan tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku jasa dan UMKM pariwisata.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Sumenep untuk memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan profesional di Jawa Timur.
(*)
