- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengajuan anggaran motor dan komputer untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelumnya telah ditolak.
- Fokus utama Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini diminta tetap pada penyaluran makanan, bukan pengadaan kendaraan.
- Kepala BGN membantah isu pengadaan 70.000 unit motor dan menyatakan realisasi motor listrik hanya sekitar 21.000 unit untuk tahun 2025.
LANGGAMPOS.NET – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara terkait kabar pengadaan motor dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar ini sempat memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat mengenai urgensi fasilitas kendaraan operasional tersebut.
Purbaya mengungkapkan bahwa setahunya, usulan anggaran untuk pengadaan motor tersebut sebenarnya sudah mendapatkan penolakan.
Ia menjelaskan bahwa pengajuan tersebut memang sempat muncul dalam pembahasan untuk APBN 2025.
“Ini saya tahu lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak. Yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatment-nya,” tegas Purbaya saat ditemui awak media.
Menurut Purbaya, pemerintah bukan melarang adanya fasilitas kendaraan untuk Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Namun, untuk saat ini, prioritas utama adalah memastikan distribusi makanan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Ia menekankan bahwa anggaran negara harus dikelola dengan sangat ketat agar program MBG tepat sasaran.
“Bukan nggak boleh. Kita nggak tahu programnya seperti apa. Tapi harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnisnya, untung cukup. Tapi saya akan double check lagi,” ujar Purbaya menjelaskan posisi Kemenkeu.
Purbaya juga menceritakan kembali bahwa pada tahun lalu, pihaknya sudah menunjukkan sikap tegas terhadap pengadaan barang yang dinilai belum mendesak.
Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas kas negara dan memastikan efisiensi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Tapi tahun lalu sempat kita nggak mau; kita menolak untuk membeli komputer yang terlalu banyak dan membeli motor. Tapi sekarang saya belum tahu. Saya akan lihat lagi seperti apa,” tambahnya lagi.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana juga memberikan klarifikasi untuk meluruskan kabar yang beredar.
Dadan membantah mentah-mentah informasi yang menyebutkan akan ada pengadaan hingga 70.000 unit motor.
Ia menjelaskan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh di bawah angka tersebut dan merupakan bagian dari pesanan tahun 2025.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan secara terpisah.
Dadan menambahkan, proses pengadaan motor listrik ini akan dilakukan secara bertahap.
Langkah realisasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun depan sebagai pendukung operasional lapangan.
Proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
(*)


