Jelang Lebaran Ketupat 2026, Warga Sumenep Berebut Orong Ketupat di Pasar: Harga Janur Mulai Melejit!

27 March 2026, March 27, 2026
Donasi Langgampos Net
Jelang Lebaran Ketupat 2026, Warga Sumenep Berebut Orong Ketupat di Pasar: Harga Janur Mulai Melejit!


  • Warga Sumenep mulai menyerbu pasar tradisional untuk berburu orong atau janur ketupat menjelang tradisi Lebaran Ketupat.
  • Harga janur di pasar mengalami kenaikan signifikan, berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per 10 buah.
  • Stok yang terbatas membuat warga harus datang lebih pagi ke pasar agar tidak kehabisan bahan utama hidangan khas tersebut.


LANGGAMPOS.NET – SUMENEP - Antusiasme masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, mulai meningkat drastis dalam menyambut datangnya perayaan Lebaran Ketupat yang jatuh pada Sabtu (28/03/2026).

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan fenomena warga yang saling berebut untuk mendapatkan orong ketupat atau janur kelapa.

Meningkatnya permintaan bahan anyaman ketupat ini dipicu oleh tradisi tahunan warga Madura yang merayakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.

Tingginya minat pembeli yang tidak sebanding dengan stok yang tersedia di pedagang membuat harga janur di pasaran mulai merangkak naik.

Kondisi ini memaksa para ibu rumah tangga untuk berjuang lebih ekstra demi mendapatkan janur berkualitas sebelum stok di pasar ludes terjual.

Sebty, salah seorang warga Desa Marengan, mengaku sengaja datang ke pasar jauh lebih awal dari biasanya demi mendapatkan orong ketupat.

Ia mengeluhkan ketersediaan janur yang cepat sekali habis karena banyaknya warga yang mencari bahan yang sama di waktu bersamaan.

“Kalau datang siang biasanya sudah habis. Sekarang harus lebih pagi karena banyak yang cari,” kata Sebty saat ditemui di pasar, Jumat (27/03/2026).

Bagi masyarakat setempat, merayakan Lebaran Ketupat tanpa menyajikan hidangan ketupat di meja makan terasa ada yang kurang.

Menurut Sebty, tradisi ini sudah mendarah daging dan menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga besar.

“Warga Sumenep memang selalu membuat ketupat saat lebaran ketupat,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, para pedagang musiman mulai memadati area pasar untuk memanfaatkan momentum lonjakan permintaan tahunan ini.

Meskipun pasokan terus ditambah, nyatanya stok janur tetap sering habis dalam waktu singkat akibat serbuan pembeli sejak subuh.

Terkait harga, para pedagang mematok nilai yang bervariasi tergantung pada kualitas dan ukuran janur yang ditawarkan kepada konsumen.

“Harganya pun beragam, antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per 10 orong ketupat,” paparnya menjelaskan situasi harga terkini.

Lebaran Ketupat di Sumenep sendiri bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan simbol syukur dan ajang mempererat silaturahmi.

Hingga berita ini diturunkan, keramaian di pasar-pasar tradisional Sumenep diprediksi masih akan berlangsung hingga malam menjelang hari H perayaan.

Fenomena berebut janur ini seolah menjadi pemandangan rutin yang mewarnai kemeriahan tradisi Lebaran Ketupat di ujung timur Pulau Madura tersebut.

(*)

TerPopuler

close