Rupiah Tembus Rp17.100 per Dollar AS, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara: Masih Sesuai Skenario APBN?

07 April 2026, April 07, 2026
Donasi Langgampos Net
Rupiah Tembus Rp17.100 per Dollar AS, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara: Masih Sesuai Skenario APBN?


  • Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS resmi menembus angka psikologis baru di level Rp17.100 pada perdagangan Selasa (7/4/2026).
  • Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan ini sudah masuk dalam simulasi skenario pemerintah.
  • Pemerintah menyerahkan langkah stabilisasi sepenuhnya kepada Bank Indonesia (BI) untuk menjaga fundamental ekonomi nasional.

LANGGAMPOS.NET
– Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren melemah yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan Selasa sore, 7 April 2026, harga Dollar hari ini terpantau melonjak hingga menembus level Rp17.100.

Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda ditutup melemah ke posisi Rp17.105 per dollar AS. Angka ini merosot 70 poin jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.035.

Menanggapi kondisi ekonomi terbaru ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara mengenai nasib APBN di tengah gempuran mata uang asing.

Purbaya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan terkait angka tersebut. Menurutnya, posisi Rupiah saat ini sebenarnya masih berada dalam radar perhitungan pemerintah.

"Nggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario," ujar Purbaya saat di Kantin Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Purbaya enggan membeberkan secara detail angka pasti asumsi nilai tukar yang digunakan dalam simulasi terbaru. Hal ini dilakukan demi menghindari adanya aksi spekulasi valuta asing di pasar keuangan.

Ia menilai, jika pemerintah menyebutkan target angka tertentu secara gamblang, hal itu berpotensi memicu masyarakat atau investor untuk memborong Dollar AS secara masif.

Terkait langkah stabilisasi nilai tukar, Menkeu menyerahkan kewenangan tersebut sepenuhnya kepada Bank Indonesia selaku otoritas moneter yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

"Jadi kalau Rupiah kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya lah. Saya percaya dia bisa betulin," tambah Purbaya dengan optimis.

Fokus pemerintah saat ini, lanjut Purbaya, adalah menjaga agar fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik yang masih memanas.

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi tekanan terhadap kurs Rupiah terhadap Dollar AS masih akan terjadi dalam jangka pendek.

Faktor eksternal seperti ketegangan di Timur Tengah, khususnya penolakan Iran terhadap proposal gencatan senjata yang didukung AS, turut memperkeruh suasana pasar global.

Ibrahim memperkirakan untuk perdagangan esok hari, mata uang kebanggaan Indonesia ini masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp17.100 hingga Rp17.150 per dollar AS.

Kenaikan harga Dollar ini tentu menjadi sorotan tajam, mengingat dampaknya yang bisa merembet ke harga barang impor hingga beban subsidi energi dalam negeri.

Pemerintah dipastikan akan terus memonitor pergerakan pasar valas demi menjaga defisit APBN tetap terkendali di angka yang aman, yakni di bawah 3 persen.


(*)

TerPopuler

close