Strategi Jitu Perencanaan Bappeda Sumenep Pastikan Proyek Pembangunan Tidak Salah Sasaran

05 March 2026, March 05, 2026
Donasi Langgampos Net
Strategi Jitu Perencanaan Bappeda Sumenep Pastikan Proyek Pembangunan Tidak Salah Sasaran

  • Kepala Bappeda Sumenep menegaskan seluruh proyek pembangunan melalui tahapan perencanaan yang sangat terstruktur.
  • Aspirasi masyarakat dijaring mulai dari tingkat desa, Forum Konsultasi Publik, hingga Musrenbangkab.
  • Proses koordinasi dengan berbagai OPD dilakukan untuk memastikan pembangunan berdampak nyata pada pertumbuhan daerah.


LANGGAMPOS.NET - SUMENEP -  Proses pembangunan di Kabupaten Sumenep kini dipastikan berjalan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa seluruh perencanaan dilakukan secara matang melalui tahapan yang sangat terstruktur.

Arif menjelaskan bahwa langkah awal pembangunan dimulai dari musyawarah di tingkat desa yang difasilitasi oleh pemerintah desa setempat.

Tahapan ini menjadi kunci utama untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung dari tingkat bawah.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Forum tersebut berfungsi untuk menyerap aspirasi sekaligus menyelaraskan rencana pembangunan dengan dinamika yang sedang berkembang.

“Bahkan, FKP untuk perencanaan tahun depan sudah selesai dilaksanakan,” terang Arif, Rabu (5/3/26).

Proses kemudian berlanjut ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) yang dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan.

Dalam tahap ini, Bappeda mengambil peran penting dalam memfasilitasi serta mengoordinasikan pertemuan dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dalam kegiatan ini kami memfasilitasi dan mengoordinasikan pertemuan dengan OPD,” ujar mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut.

Setelah agenda di tingkat kecamatan usai, proses berlanjut pada forum perangkat daerah untuk membahas kebutuhan spesifik pembangunan.

Rangkaian panjang ini akhirnya ditutup dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) sebagai puncak penyusunan rencana.

“Setelah pembahasan bersama OPD, dilanjutkan Musrenbangkab sebagai tahapan akhir,” jelasnya.

Arif sangat optimis bahwa melalui rangkaian proses yang panjang tersebut, pembangunan di Sumenep akan semakin terarah.

Ia menjamin seluruh usulan dari masyarakat bawah dapat terakomodasi dengan baik dalam dokumen perencanaan resmi daerah.

“Proses ini, pembangunan akan lebih sesuai kebutuhan masyarakat dan berdampak pada pertumbuhan di berbagai sektor,” pungkasnya.



(*)

TerPopuler

close