Warga Desa Rawan Kekeringan dan Stunting di Sumenep Segera Nikmati Air Bersih Lewat 11 Proyek SPAM Baru

05 March 2026, March 05, 2026
Donasi Langgampos Net
Warga Desa Rawan Kekeringan dan Stunting di Sumenep Segera Nikmati Air Bersih Lewat 11 Proyek SPAM Baru


  • Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan pembangunan 11 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tahun 2026.
  • Proyek ini diprioritaskan untuk desa-desa yang memiliki risiko tinggi kekeringan, angka stunting (tengkes) yang besar, dan kategori kemiskinan ekstrem.
  • Dana proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dengan tujuan meningkatkan akses air minum layak bagi ribuan warga.

LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, terus bergerak cepat untuk mengatasi persoalan krisis air bersih dan masalah kesehatan di wilayahnya.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Pemkab Sumenep memastikan akan membangun 11 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang sulit mendapatkan akses air layak konsumsi.

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, melalui Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Dedi Falahuddin, menjelaskan bahwa lokasi proyek telah ditentukan berdasarkan skala prioritas.

"Program SPAM ini kami fokuskan untuk desa-desa yang memang masuk kategori rawan kekeringan, angka stunting-nya masih tinggi, serta desa dengan kemiskinan ekstrem," kata Dedi Falahuddin.

Dedi merinci bahwa 11 desa yang menjadi sasaran pembangunan tersebut tersebar di berbagai wilayah, baik di daratan maupun kepulauan.

Sebelas desa tersebut meliputi Desa Gadu Timur di Kecamatan Ganding, Desa Kebunan di Kecamatan Kota, dan Desa Larangan Perreng di Kecamatan Pragaan.

Selanjutnya adalah Desa Montok di Kecamatan Larangan, Desa Basoka di Kecamatan Rubaru, serta Desa Bullaan di Kecamatan Batuputih.

Untuk wilayah lainnya, proyek ini menyasar Desa Poreh di Kecamatan Lenteng, Desa Jambu di Kecamatan Lenteng, dan Desa Lapataman di Kecamatan Dungkek.

Dua desa sisanya berada di wilayah kepulauan, yakni Desa Kolo-kolo di Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean) dan Desa Pajennangger di Kecamatan Arjasa.

Pembangunan infrastruktur air minum ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2026.

Dedi berharap, dengan adanya jaringan air minum yang masuk langsung ke rumah-rumah warga, kualitas hidup masyarakat Sumenep dapat meningkat secara signifikan.

Akses air bersih yang memadai diyakini menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus stunting yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

"Kami ingin memastikan seluruh warga, khususnya di daerah terpencil, tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau tiba," pungkas Dedi.



(*)

TerPopuler

close