Pembatasan TikTok dan Instagram di Indonesia, Begini Pengakuan Jujur Orang Tua, Setuju atau Tolak?

09 April 2026, April 09, 2026
Donasi Langgampos Net
Pembatasan TikTok dan Instagram di Indonesia, Begini Pengakuan Jujur Orang Tua, Setuju atau Tolak

  • Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pembatasan penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram bagi anak di bawah umur.
  • Sejumlah orang tua di Indonesia memberikan respon beragam, mulai dari dukungan penuh hingga kekhawatiran soal efektivitas teknis di lapangan.
  • Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan mental anak dan mengurangi paparan konten negatif yang semakin liar.


LANGGAMPOS.NET – Rencana pemerintah untuk memperketat akses media sosial bagi anak-anak tengah menjadi perbincangan hangat di tanah air. 

Kabar mengenai pembatasan TikTok dan Instagram di Indonesia ini memicu berbagai reaksi keras dari para orang tua yang merasa cemas dengan tumbuh kembang buah hati mereka di era digital.

Banyak ayah dan ibu yang mulai buka suara mengenai kebijakan ini. Mereka menilai langkah pemerintah ini bisa menjadi angin segar untuk menyelamatkan kesehatan mental anak dari pengaruh buruk dunia maya.

Salah satu orang tua, Sari (38), mengungkapkan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia mengaku kewalahan mengawasi durasi main HP anaknya yang masih duduk di bangku SD.

"Sangat setuju kalau dibatasi. Sekarang anak-anak susah sekali lepas dari TikTok. Isinya juga kadang tidak pantas untuk usia mereka," ujarnya kepada tim redaksi.

Dukungan Penuh Demi Kesehatan Mental Anak

Argumen utama para orang tua yang mendukung pembatasan media sosial ini adalah demi menjaga psikologis anak. 

Menurut mereka, konten yang ada di Instagram maupun TikTok seringkali membuat anak menjadi tidak fokus belajar.

Dampak buruk media sosial bagi anak memang menjadi perhatian utama. Para orang tua berharap kebijakan ini segera disahkan agar ada aturan hukum yang jelas.

Namun, tidak sedikit pula yang masih mempertanyakan teknis pelaksanaannya. Mereka khawatir jika pembatasan ini hanya formalitas tanpa pengawasan ketat dari penyedia platform itu sendiri.

Kekhawatiran Soal Efektivitas Kebijakan

Di sisi lain, ada orang tua yang merasa pembatasan ini akan sulit dilakukan secara total. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang sangat mahir mencari celah teknologi.

"Kalau cuma dibatasi umur, anak-anak bisa bohongi tahun lahir saat daftar. Harusnya ada verifikasi yang lebih canggih dari pemerintah," kata Budi (45), seorang ayah di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa peran orang tua di rumah jauh lebih penting daripada sekadar aturan negara. Pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.

Langkah Tegas Pemerintah RI

Hingga saat ini, pemerintah melalui kementerian terkait masih terus mematangkan regulasi ini. Pembatasan TikTok dan Instagram di Indonesia diprediksi akan menyasar batas usia minimal pengguna serta durasi penggunaan harian.

Kebijakan ini diambil setelah melihat tren global di mana beberapa negara maju sudah mulai melarang penggunaan media sosial bagi remaja di bawah usia 16 tahun.

Masyarakat kini menunggu keputusan final. Apakah aturan ini benar-benar bisa menekan angka kecanduan gadget atau justru hanya menjadi wacana belaka.

Keamanan digital anak merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi di tengah gempuran teknologi yang kian masif. Pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi masa depan generasi muda Indonesia.


(*)

TerPopuler

close