- 72 Siswa di SPPG Pondok Kelapa mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis.
- Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa pihak sekolah ternyata belum memiliki fasilitas dapur mandiri dan sertifikat layak higienitas.
- Pihak berwenang tengah melakukan investigasi mendalam terkait standar keamanan pangan di lokasi tersebut.
LANGGAMPOS.NET - Kasus keracunan makanan gratis kembali mengguncang dunia pendidikan tanah air, kali ini menimpa puluhan pelajar di Jakarta Timur.
Sebanyak 72 siswa SPPG Pondok Kelapa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing massal setelah menyantap menu yang disediakan.
Melansir data dari laman resmi Kompas.com pada Minggu (5/4/2026), Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan keterangan resmi mengenai penyebab di balik insiden medis yang menimpa para siswa tersebut.
Melansir data dari laman resmi Kompas.com pada Minggu (5/4/2026), Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan keterangan resmi mengenai penyebab di balik insiden medis yang menimpa para siswa tersebut.
Hasil investigasi awal menunjukkan adanya pelanggaran standar operasional yang cukup fatal.
Penyebab Keracunan Siswa SPPG Pondok Kelapa
Kepala BGN mengungkapkan fakta bahwa satuan pendidikan di SPPG Pondok Kelapa sebenarnya belum memenuhi kriteria standar untuk menjalankan distribusi pangan secara mandiri. Hal ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut keselamatan nyawa anak didik.
BGN menegaskan bahwa sekolah tersebut belum memiliki dapur dan sertifikat layak higienitas yang seharusnya menjadi syarat mutlak dalam pengolahan makanan bergizi.
Penyebab Keracunan Siswa SPPG Pondok Kelapa
Kepala BGN mengungkapkan fakta bahwa satuan pendidikan di SPPG Pondok Kelapa sebenarnya belum memenuhi kriteria standar untuk menjalankan distribusi pangan secara mandiri. Hal ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut keselamatan nyawa anak didik.
BGN menegaskan bahwa sekolah tersebut belum memiliki dapur dan sertifikat layak higienitas yang seharusnya menjadi syarat mutlak dalam pengolahan makanan bergizi.
Ketiadaan fasilitas ini diduga kuat memicu kontaminasi pada makanan yang disajikan.
Kronologi dan Jumlah Korban
Total ada 72 siswa korban keracunan yang terdata sejauh ini. Sebagian besar dari mereka harus mendapatkan perawatan medis intensif setelah mengonsumsi paket makanan yang dibagikan dalam program tersebut.
Kondisi dapur yang tidak representatif serta proses pengolahan yang tidak terpantau standar kebersihannya menjadi titik lemah utama.
Kronologi dan Jumlah Korban
Total ada 72 siswa korban keracunan yang terdata sejauh ini. Sebagian besar dari mereka harus mendapatkan perawatan medis intensif setelah mengonsumsi paket makanan yang dibagikan dalam program tersebut.
Kondisi dapur yang tidak representatif serta proses pengolahan yang tidak terpantau standar kebersihannya menjadi titik lemah utama.
Pihak BGN kini tengah mengevaluasi seluruh mitra penyedia guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Langkah Tegas Badan Gizi Nasional (BGN)
Menyikapi kasus keracunan makanan di sekolah ini, BGN berjanji akan memperketat pengawasan terhadap setiap satuan pelayanan gizi.
Langkah Tegas Badan Gizi Nasional (BGN)
Menyikapi kasus keracunan makanan di sekolah ini, BGN berjanji akan memperketat pengawasan terhadap setiap satuan pelayanan gizi.
Sekolah yang belum memiliki infrastruktur lengkap dilarang keras melakukan pengolahan makanan sendiri.
Hingga saat ini, sampel makanan dari SPPG Pondok Kelapa telah dibawa ke laboratorium untuk diuji kandungannya.
Hingga saat ini, sampel makanan dari SPPG Pondok Kelapa telah dibawa ke laboratorium untuk diuji kandungannya.
Polisi juga dikabarkan ikut turun tangan guna menyelidiki adanya unsur kelalaian dalam prosedur penyediaan konsumsi siswa ini.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh instansi pendidikan agar tidak main-main dengan urusan sanitasi.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh instansi pendidikan agar tidak main-main dengan urusan sanitasi.
Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama di atas kelancaran administrasi program apa pun.


