Inilah Satu-satunya Sahabat Nabi Muhammad yang Masih Hidup Hingga Sekarang

07 March 2026, March 07, 2026
Donasi Langgampos Net
Inilah Satu-satunya Sahabat Nabi Muhammad yang Masih Hidup Hingga Sekarang


  • Sosok "sahabat" Nabi Muhammad ini bukanlah manusia, melainkan sebuah pohon tua bernama Pohon Sahabi yang tumbuh di gurun Yordania.
  • Pohon ini menjadi saksi sejarah tempat berteduh Rasulullah saat masih kecil ketika ikut berdagang ke Syam bersama Abu Talib.
  • Meski berada di tengah gurun gersang yang tandus, pohon berjenis Atlantic Pistachio ini tetap kokoh berdiri selama lebih dari 1.400 tahun.


LANGGAMPOS.NET - Ternyata masih ada "sahabat" Nabi Muhammad SAW yang diyakini masih hidup hingga saat ini.

Sosok tersebut bukanlah manusia, melainkan sebuah pohon tua yang dikenal dengan sebutan Pohon Sahabi.

Pohon ini berdiri kokoh di wilayah gurun Safawi, dekat kota Al-Mafraq, Yordania.

Dinamakan "sahabat" karena pohon ini diyakini menjadi saksi bisu perjalanan masa kecil Nabi Muhammad.

Kala itu, Muhammad kecil sedang ikut dalam kafilah dagang menuju wilayah Syam bersama pamannya, Abu Talib.

Rombongan kafilah Quraisy tersebut memutuskan untuk beristirahat di bawah satu-satunya pohon yang ada di gurun tandus itu.

Di lokasi inilah sebuah peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi dan terekam kuat dalam ingatan sejarah.

Berdasarkan riwayat yang dikutip dari situs Royal Jordanian, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira menyaksikan keajaiban dari kejauhan.

Bahira merasa heran karena melihat sebuah awan yang terus menaungi salah satu anggota rombongan kafilah tersebut.

Begitu rombongan berhenti di bawah pohon, Bahira segera mendatangi mereka karena rasa penasarannya.

Dia kemudian memperhatikan sosok Muhammad kecil dengan sangat teliti.

Setelah berbincang dengan Abu Talib dan melihat tanda-tanda kenabian, Bahira menyimpulkan bahwa anak tersebut adalah calon nabi terakhir.

Bahira pun memberikan peringatan kepada Abu Talib.

"Jaga Muhammad dengan baik dalam perjalanan kalian," pesan Bahira kepada sang paman.

Seiring berjalannya waktu, pohon berjenis Atlantic Pistachio ini pun populer dengan nama Pohon Sahabi.

Nama tersebut merujuk pada statusnya sebagai "sahabat" yang pernah melindungi Rasulullah dari terik matahari.

Hal yang paling menarik perhatian dunia adalah lokasi tumbuh pohon legendaris ini.

Ia tumbuh sendirian di tengah hamparan gurun yang sangat kering tanpa ada tumbuhan lain di sekelilingnya.

Keberadaannya yang tetap hijau di tengah kegersangan dianggap sebagai sebuah keajaiban yang unik.

Penemuan kembali pohon ini di era modern berawal dari upaya Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania.

Setelah menyelesaikan studinya di University of Cambridge, Pangeran Ghazi diminta oleh Raja Hussein untuk bekerja di Royal Archives of Jordan.

Saat memeriksa arsip-arsip lama, ia menemukan dokumen tentang sebuah pohon di wilayah Safawi yang sempat terlewat dalam inventarisasi situs suci.

Dokumen tersebut memastikan bahwa pohon itulah yang menjadi tempat berteduh Nabi ke-25 ribuan tahun silam.

Kini, Pohon Sahabi telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata religi paling penting di Yordania.

Banyak peziarah dari berbagai belahan dunia datang untuk melihat langsung pohon yang telah berusia lebih dari 1.400 tahun ini.

Mereka datang untuk mengenang kembali jejak awal perjalanan hidup sang pembawa risalah Islam di bawah naungan dahan-dahannya yang tetap rimbun.


(*)

TerPopuler

close