- Elon Musk mengumumkan proyek "Terafab" Tesla akan diluncurkan dalam waktu tujuh hari ke depan (21 Maret 2026).
- Pabrik chip raksasa ini dibangun untuk memproduksi chip AI generasi kelima (AI5) secara mandiri guna mendukung teknologi Full Self-Driving.
- Tesla berambisi memproduksi hingga 200 miliar chip per tahun untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar seperti TSMC dan Samsung.
LANGGAMPOS.NET – CEO Tesla, Elon Musk, kembali mengejutkan dunia teknologi dengan pengumuman terbaru mengenai ambisi besarnya di industri semikonduktor.
Melansir laporan dari Reuters (14/3/2026), Elon Musk menyatakan bahwa proyek pabrik chip raksasa milik Tesla yang diberi nama "Terafab" akan resmi diluncurkan dalam waktu tujuh hari ke depan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari visi Musk yang sebelumnya sempat disinggung pada pertemuan tahunan pemegang saham Tesla tahun lalu.
Kala itu, Musk mengungkapkan bahwa Tesla kemungkinan besar harus membangun pabrik pembuatan chip sendiri untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang sangat masif.
Proyek Terafab ini dirancang untuk memproduksi chip AI generasi kelima atau AI5 yang akan menjadi "otak" bagi sistem kemudi otonom atau Full Self-Driving (FSD) pada mobil listrik Tesla.
Selama ini, Tesla memang diketahui menjalin kerja sama dengan raksasa semikonduktor dunia seperti TSMC asal Taiwan dan Samsung dari Korea Selatan.
Namun, Musk menilai kapasitas produksi dari para pemasok yang ada saat ini tidak akan mampu memenuhi permintaan Tesla di masa depan, bahkan dalam skenario yang paling optimis sekalipun.
"Kita mungkin harus membangun Terafab Tesla. Ini seperti Gigafactory, tapi jauh lebih besar," ujar Musk dalam sebuah pernyataan yang mempertegas skala proyek tersebut.
Pabrik ini dikabarkan akan berlokasi di Texas dan menelan biaya investasi yang fantastis, mencapai miliaran dolar AS untuk menciptakan integrasi vertikal yang sempurna.
Targetnya tidak main-main, fasilitas ini diharapkan mampu memproses teknologi 2 nanometer, yang merupakan teknologi proses paling canggih saat ini.
Kehadiran Terafab diprediksi akan mengubah peta persaingan industri chip global, mengingat Tesla berencana memproduksi ratusan miliar unit chip per tahun secara mandiri.
Selain untuk kebutuhan mobil listrik, chip AI dari Terafab ini juga direncanakan akan menyokong proyek robot humanoid "Optimus" dan superkomputer Dojo milik Tesla.
Dengan peluncuran yang tinggal menghitung hari, para investor dan pengamat teknologi kini menunggu detail lebih lanjut mengenai lokasi pasti dan spesifikasi teknis dari pabrik raksasa ini.
Ambisi Elon Musk ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Tesla tidak lagi sekadar perusahaan otomotif, melainkan raksasa infrastruktur AI dan teknologi dunia paling ambisius saat ini.
(*)


