- Eiichiro Oda mengaku khawatir generasi muda saat ini sulit menikmati anime original One Piece karena kualitas visual jadul.
- George Wada dari Wit Studio mengungkapkan bahwa Oda merasa menyesal jika cerita legendaris ini tidak sampai ke penonton modern.
- Proyek Remake "THE ONE PIECE" resmi digarap menggunakan teknologi animasi terkini untuk mengatasi hambatan jumlah episode yang terlalu panjang.
LANGGAMPOS.NET – Kabar mengejutkan datang dari dunia manga dan anime. Eiichiro Oda, sosok jenius di balik layar One Piece, akhirnya buka suara mengenai keresahan terbesarnya.
Siapa sangka, sang maestro ternyata merasa ada yang salah dengan adaptasi anime karyanya yang sudah berjalan hampir 30 tahun.
Ketakutan Oda bukan tanpa alasan. Seiring berkembangnya teknologi, standar visual penonton generasi baru atau Gen Z dan Gen Alpha telah berubah drastis.
Ketakutan Oda bukan tanpa alasan. Seiring berkembangnya teknologi, standar visual penonton generasi baru atau Gen Z dan Gen Alpha telah berubah drastis.
Hal itula yang menjadi pemicu utama lahirnya proyek ambisius remake anime One Piece yang digarap oleh Wit Studio.
Presiden Wit Studio, George Wada, dalam sebuah wawancara terbaru mengungkapkan isi hati Eiichiro Oda.
Ketakutan Eiichiro Oda Terhadap Generasi Baru
Presiden Wit Studio, George Wada, dalam sebuah wawancara terbaru mengungkapkan isi hati Eiichiro Oda.
Menurutnya, Oda merasa khawatir jika emosi dan pesan dalam cerita One Piece tidak tersampaikan dengan baik kepada anak muda zaman sekarang.
"Oda-sensei mengatakan bahwa One Piece sudah menjadi sangat panjang dan penuh detail karena dimulai sejak lama sekali.
"Oda-sensei mengatakan bahwa One Piece sudah menjadi sangat panjang dan penuh detail karena dimulai sejak lama sekali.
Ia merasa mungkin generasi baru tidak akan merasakan emosi yang sama jika menonton versi animasi yang lama," ujar George Wada.
Bukan rahasia lagi jika jumlah episode anime One Piece yang menembus angka 1.000 menjadi tembok besar bagi penonton baru.
Masalah Durasi dan Kualitas Visual Jadul One Piece
Bukan rahasia lagi jika jumlah episode anime One Piece yang menembus angka 1.000 menjadi tembok besar bagi penonton baru.
Selain durasi, gaya animasi di awal tahun 1999 dianggap kurang relevan dengan mata penonton yang sudah terbiasa dengan kualitas visual high-definition ala produksi modern.
Oda merasa ada semacam penyesalan jika mahakaryanya ini terlewatkan begitu saja hanya karena masalah teknis zaman dulu.
Oleh karena itu, ia sangat terlibat dalam proyek remake ini guna memastikan ruh dari petualangan Luffy tetap hidup.
Motivasi utama di balik remake bertajuk "THE ONE PIECE" ini adalah untuk menghadirkan kembali kisah awal dari East Blue dengan teknik animasi paling mutakhir.
Misi Besar Wit Studio dan Netflix
Motivasi utama di balik remake bertajuk "THE ONE PIECE" ini adalah untuk menghadirkan kembali kisah awal dari East Blue dengan teknik animasi paling mutakhir.
Wit Studio ingin memastikan bahwa ketakutan Oda tidak menjadi kenyataan.
Dengan dukungan penuh dari Oda, tim produksi berusaha mengemas ulang cerita legendaris ini agar lebih ringkas, padat, dan tentunya memanjakan mata. Ini adalah upaya nyata agar semangat "Will of D" tetap berkobar di hati penggemar lintas generasi.
Hadirnya versi live action di Netflix sebelumnya terbukti sukses menarik minat massa baru. Kini, versi remake anime diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih ramah bagi siapa saja yang ingin memulai petualangan mencari harta karun terbesar di dunia tanpa harus terbebani oleh ribuan episode lama.
Dengan dukungan penuh dari Oda, tim produksi berusaha mengemas ulang cerita legendaris ini agar lebih ringkas, padat, dan tentunya memanjakan mata. Ini adalah upaya nyata agar semangat "Will of D" tetap berkobar di hati penggemar lintas generasi.
Hadirnya versi live action di Netflix sebelumnya terbukti sukses menarik minat massa baru. Kini, versi remake anime diharapkan menjadi pintu masuk yang lebih ramah bagi siapa saja yang ingin memulai petualangan mencari harta karun terbesar di dunia tanpa harus terbebani oleh ribuan episode lama.
(*)


