Bye-bye Diesel! Danantara Inisiasi Hibah PLTS Sumenep Guna Percepat Swasembada Energi di Kepulauan Madura

16 March 2026, March 16, 2026
Donasi Langgampos Net
Danantara Inisiasi Hibah PLTS Sumenep Guna Percepat Swasembada Energi di Kepulauan Madura


  • Danantara memfasilitasi hibah dua unit PLTS berkapasitas 2 MWp dari Yayasan Torang IWIP Berbakti untuk masyarakat kepulauan di Sumenep.
  • Proyek ini menggunakan teknologi baterai canggih (BESS) 4 MWh guna menjamin pasokan listrik bersih yang stabil bagi 2.000 kepala keluarga.
  • Program ini merupakan langkah nyata dedieselisasi Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.


LANGGAMPOS.NET – SUMENEP - Era penggunaan mesin diesel yang bising dan polutif di ujung timur Pulau Madura segera berakhir. Melalui langkah strategis Danantara Indonesia, sistem kelistrikan di wilayah kepulauan kini bertransformasi total menuju energi hijau yang lebih murah dan berkelanjutan.

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama operasi (KSO) antara PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kerja sama ini difasilitasi langsung oleh Danantara untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan di wilayah 3T.

Prosesi bersejarah ini berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). Fokus utamanya adalah memastikan warga di pulau-pulau terpencil mendapatkan akses listrik yang setara dengan wilayah perkotaan melalui pemanfaatan tenaga surya.

Inisiasi ini melibatkan hibah dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 2 megawatt peak (MWp). Fasilitas ini bukan sekadar panel surya biasa, melainkan paket lengkap teknologi masa depan.

Hibah yang berasal dari Yayasan Torang IWIP Berbakti ini turut menyertakan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 megawatt hour (MWh). Baterai raksasa ini berfungsi menyimpan daya matahari agar listrik tetap menyala saat malam hari.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, memberikan perhatian serius pada proyek ini. Menurutnya, ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memeratakan infrastruktur energi nasional.

Rosan menjelaskan bahwa proyek ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah sedang bergerak cepat menjalankan program dedieselisasi untuk menghentikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Banyak pemakaian diesel akan diganti oleh PLTS ini sehingga akan menimbulkan dampak positif, terutama dalam hal swasembada energi ke depannya," ujar Rosan Perkasa Roeslani dengan optimis.

Ia menambahkan bahwa proyek di Sumenep akan menjadi standar baru atau percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Efisiensi energi yang dihasilkan akan langsung dirasakan oleh ribuan warga di pelosok kepulauan.

"Akan berdampak (memberi terang) kepada 2.000 kepala keluarga yang ada di dua daerah tersebut, yaitu di Dusun Gili Labak dan juga di Desa Pagerungan Kecil," tutur Rosan merinci target penerima manfaat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut antusias kolaborasi ini. Baginya, akses listrik adalah kunci utama untuk memajukan ekonomi masyarakat nelayan di wilayah kepulauan Madura.

Fauzi mengungkapkan capaian luar biasa dalam rasio elektrifikasi di wilayahnya. Jika pada 2021 baru mencapai 71 persen, berkat berbagai kolaborasi, angka tersebut melonjak hingga 92 persen pada tahun 2025.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Danantara dan Yayasan Torang IWIP Berbakti, karena bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan,” kata Bupati Achmad Fauzi saat memberikan keterangan.

Fokus pembangunan kini tertuju pada Desa Pagerungan Kecil dan Gili Labak. Kehadiran PLTS diharapkan mampu menghidupkan sektor UMKM dan meningkatkan kualitas hidup warga yang selama ini terbatas akses energinya.

“Dengan PLTS ini tentu saja kebutuhan listrik masyarakat di Pagerungan Kecil bisa terpenuhi lebih baik, yang mendorong pemerataan akses energi bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” tambahnya menegaskan pentingnya proyek tersebut.

Selain penandatanganan KSO, agenda ini juga mencakup penyerahan Naskah Perjanjian Hibah antara Pemkab Sumenep dan yayasan donor. Hal ini menjamin status aset yang jelas dan pengelolaan yang profesional di bawah pengawasan PLN.

Program percepatan ini juga menjadi bagian dari ambisi besar Indonesia membangun 100 gigawatt (GW) kapasitas PLTS. Target ini dipasang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama energi hijau di kancah global.

Sinergi antara Danantara, PLN, dan pemerintah daerah ini menjadi model ideal pembangunan infrastruktur. Listrik bersih bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang segera menerangi rumah-rumah warga di pelosok Sumenep.

Melalui infrastruktur ini, ketergantungan pada BBM solar yang mahal dan sulit dikirim ke pulau terpencil bisa terpangkas. Swasembada energi kini dimulai dari titik-titik terluar nusantara.


(*)

TerPopuler

close