Anggaran Buku Perpusda Sumenep Tahun 2026 Sebesar 67 Juta, Lalu Kapan Bisa Direalisasikan?

10 March 2026, March 10, 2026
Donasi Langgampos Net
Anggaran Buku Perpusda Sumenep Tahun 2026 Sebesar 67 Juta, Lalu Kapan Bisa Direalisasikan?


  • Anggaran buku Perpusda Sumenep naik menjadi Rp 67 juta, namun realisasinya baru akan dilakukan akhir tahun.
  • Fokus pengadaan tetap pada buku fisik karena keterbatasan dana dan kemudahan akses digital di tingkat provinsi.
  • DPRD Sumenep mendesak pemerintah untuk mempercepat belanja buku demi kepentingan mahasiswa dan pelajar.

LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Banyak yang bertanya-tanya kapan rak-rak di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sumenep akan kembali penuh dengan deretan judul terbaru.

Kabar baiknya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Sumenep sebenarnya sudah menyiapkan dana segar untuk menambah koleksi bacaan masyarakat.

Namun, meskipun anggaran sudah tersedia, proses pengadaannya ternyata tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Tahun ini, pemerintah setempat mengalokasikan dana sebesar Rp 67 juta khusus untuk belanja buku.

Kepala Disperpusip Sumenep, Rudi Yuyianto, menjelaskan bahwa nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, pagu anggaran yang disediakan hanya berada di angka Rp 60 juta.

Sayangnya, para peminat literasi di Sumenep tampaknya harus sedikit lebih bersabar.

Hingga saat ini, rencana belanja tersebut rupanya masih tertahan di meja perencanaan.

"Masih dalam tahap perencanaan. Biasanya realisasi pembelanjaannya pada triwulan keempat,” ujarnya.

Untuk jenis bukunya sendiri, pihak dinas memastikan tetap memprioritaskan buku fisik daripada versi digital.

Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama mengapa pengadaan buku digital belum menjadi fokus saat ini.

Lagi pula, koleksi digital di tingkat provinsi dan nasional dinilai sudah sangat mumpuni untuk diakses publik secara gratis.

"Apalagi, koleksi buku digital yang dimiliki Perpustakaan Daerah Jawa Timur dan Perpustakaan Nasional RI sudah sangat lengkap dan mudah diakses masyarakat,” jelasnya.

Kondisi ini pun memancing reaksi dari para wakil rakyat yang berkantor di jalan protokol Sumenep.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami'oeddin, meminta agar proses pengadaan ini tidak ditunda-tunda terlalu lama.

Menurutnya, ketersediaan variasi buku sangat krusial untuk menunjang kebutuhan akademik di daerah.

"Terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Ia juga menekankan agar dinas terkait lebih proaktif dalam mengelola fasilitas perpustakaan.

DPRD berharap perpustakaan bisa menjadi magnet bagi generasi muda untuk menimba ilmu.

Pengawasan ketat akan terus dilakukan agar anggaran puluhan juta tersebut benar-benar memberikan dampak nyata.

(*)

TerPopuler

close