10 Pekerjaan yang Berpotensi Hilang Akibat Disrupsi Teknologi Tahun 2030

10 Pekerjaan yang Berpotensi Hilang Akibat Disrupsi Teknologi Tahun 2030


  • Disrupsi Masif: Sekitar 8% pekerjaan global diprediksi hilang dalam empat tahun ke depan akibat otomatisasi.
  • Pergeseran Skill: Sebanyak 39% keterampilan inti pekerja harus berubah demi menyesuaikan tuntutan pasar digital.
  • Efek AI: Kecerdasan buatan akan menciptakan 11 juta peran baru, namun sekaligus menggeser 9 juta posisi lama.




LANGGAMPOS.NET - Wajah pasar tenaga kerja dunia sedang berada di ambang transformasi besar-besaran. Bukan sekadar isu, gelombang otomatisasi kini mulai nyata mengancam eksistensi sejumlah profesi yang selama ini dianggap stabil.

Laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF) memproyeksikan pertumbuhan kerja global mencapai 14% pada 2030. Namun, di sisi lain, ada 8% pekerjaan yang bakal terhapus akibat perubahan struktur ekonomi.

Transformasi ini dinilai tidak bisa dihindari. Pesatnya adopsi digitalisasi menjadi motor utama di balik hilangnya jutaan peluang kerja konvensional yang digantikan oleh mesin.

"Pengembangan keterampilan akan menjadi faktor penentu untuk membantu pekerja bertransisi ke peran-peran baru yang dibentuk oleh permintaan pasar tenaga kerja yang terus berkembang," tulis WEF dalam laporannya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Mengutip Gulf News, sekitar 39% keterampilan inti pekerja akan berubah total pada 2030. Hal ini memicu urgensi bagi setiap individu untuk melakukan upskilling dan reskilling secara mandiri.

Tren makro seperti akses digital diprediksi melahirkan 19 juta lapangan kerja baru. Sayangnya, fenomena yang sama juga akan menumbangkan sekitar 9 juta pekerjaan lama yang dinilai tidak lagi efisien.

AI dan pemrosesan data juga berperan besar. Teknologi ini akan menghasilkan 11 juta peran anyar, meski di saat yang sama harus menggeser 9 juta peran yang sudah ada saat ini.

"Adaptasi terhadap teknologi, termasuk AI generatif, menjadi sangat penting karena bahkan bidang kreatif seperti desain grafis mulai mengalami gangguan signifikan," ungkap WEF dalam laporannya.

Berdasarkan analisis tersebut, WEF merangkum profesi dengan penurunan permintaan paling tajam. Berikut adalah daftar 10 pekerjaan yang terancam hilang:

  • Petugas pos
  • Teller bank dan petugas terkait
  • Petugas entri data
  • Kasir dan petugas tiket
  • Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif
  • Pekerja percetakan dan pekerjaan terkait
  • Petugas akuntansi, pembukuan, dan penggajian
  • Petugas pencatatan material dan penyimpanan stok
  • Petugas transportasi dan kondektur
  • Pekerja penjualan keliling dan pedagang kaki lima

Penurunan drastis ini dipicu oleh meluasnya sistem pembayaran digital dan teknologi swalayan. Tanpa langkah strategis, disrupsi ini bisa memperlebar kesenjangan keterampilan di pasar global.

Upaya kolektif antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk menjaga relevansi tenaga kerja. Langkah ini krusial untuk menghadapi masa depan ekonomi yang sepenuhnya berbasis teknologi.

(*)
Donasi Langgampos
close