- Bupati Sumenep mewajibkan seluruh OPD menjadikan stabilitas lingkungan sebagai indikator kinerja utama.
- Transformasi energi dimulai dari internal pemerintah melalui penggunaan kendaraan dinas listrik secara bertahap.
- Kebijakan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan.
LANGGAMPOS.NET - SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menggeser fokus pembangunan dengan menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas utama dalam birokrasi.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa isu perubahan iklim bukan sekadar wacana global, melainkan tanggung jawab nyata pemerintah daerah yang harus dijawab melalui kebijakan konkret dan terukur.
Menurut Fauzi, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep wajib menjadikan stabilitas lingkungan sebagai indikator penting dalam menilai kinerja dan perencanaan pembangunan.
“Perubahan iklim bukan isu elitis. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem hingga ancaman ekologis. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh hanya bicara, tetapi harus bertindak,” ujar Fauzi, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab Sumenep kini secara bertahap mengalihkan penggunaan kendaraan dinas berbasis energi listrik, baik mobil maupun sepeda motor.
Kebijakan tersebut bukan simbol seremonial, melainkan pesan politik dan birokrasi bahwa perubahan harus dimulai dari dalam pemerintahan.
“Kami sengaja memulai dari kendaraan dinas. Pemerintah harus memberi contoh lebih dulu. Transisi energi tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada masyarakat,” jelasnya.
Fauzi juga menegaskan, dirinya sehari-hari menggunakan mobil dinas listrik dalam aktivitas kedinasan.
Ia menekankan bahwa efisiensi energi merupakan salah satu manfaat kebijakan tersebut. Namun, yang lebih penting adalah perubahan paradigma pembangunan.
“Pembangunan tidak boleh lagi mengabaikan lingkungan. Kendaraan listrik adalah pintu masuk untuk mengubah cara pandang OPD terhadap transportasi, energi, dan masa depan daerah,” terangnya.
Fauzi juga mendorong penggunaan sepeda motor listrik di tengah masyarakat sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan emisi gas buang sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya energi berkelanjutan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengungkapkan, keberhasilan kebijakan lingkungan tidak bisa berjalan sepihak.
Sinergi antara OPD dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan ekosistem.
“Menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Jika pemerintah dan masyarakat berjalan searah, saya yakin Sumenep bisa tumbuh secara ekonomi tanpa kehilangan keseimbangan ekologisnya,” tandasnya.
(*)
Sumber: PDI Perjuangan Jatim


