- Waspadai Vishing: Metode penipuan lewat telepon yang mengincar data pribadi dan akses mobile banking.
- Taktik Manipulasi: Pelaku sering menyamar sebagai otoritas resmi dan menggunakan ancaman untuk menekan korban.
- Langkah Proteksi: Jangan pernah membagikan informasi sensitif atau mengunduh aplikasi mencurigakan saat ditelepon.
LANGGAMPOS.NET - Kejahatan siber kini semakin canggih dengan teknik vishing atau voice phishing. Pelaku memanfaatkan suara untuk memanipulasi emosi korban agar tanpa sadar memberikan kunci akses ke rekening mereka.
Modus ini sering kali berujung pada pencurian data melalui malware yang disisipkan dalam file atau tautan. Jika Anda tidak waspada, perangkat ponsel Anda bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pihak luar.
Agar saldo tetap aman, kenali tanda-tanda panggilan telepon dari "maling" m-banking berikut ini:
1. Mencatut Nama Instansi Besar
Penipu sering berpura-pura menjadi pejabat pemerintah atau perwakilan perusahaan teknologi raksasa. Mereka menggunakan nama besar seperti Microsoft, Amazon, atau lembaga hukum untuk mengintimidasi korban.
2. Tawaran Hadiah yang Tidak Masuk Akal
Jika Anda tiba-tiba menang undian padahal tidak pernah mendaftar apa pun, itu adalah tanda bahaya. Jangan mudah tergiur oleh hadiah besar yang mengharuskan Anda melakukan tindakan tertentu di ponsel.
3. Tidak Mengetahui Nama Anda
Petugas resmi biasanya memiliki data lengkap nasabah atau pelanggan. Jika penelepon menggunakan sapaan umum seperti "Halo Kak" tanpa menyebut nama asli, Anda patut curiga.
4. Ancaman Utang dan Urusan Hukum
Pelaku sering menggunakan taktik rasa takut. Mereka akan mengklaim Anda memiliki utang atau denda yang belum dibayar, bahkan mengancam dengan hukuman penjara jika tidak segera melunasi.
5. Meminta Data Sensitif
Ini adalah tanda yang paling jelas. Instansi resmi tidak akan pernah meminta nomor kartu kredit, PIN, atau kode OTP melalui sambungan telepon.
6. Klaim Perangkat Terinfeksi Virus
Penipu akan menakut-nakuti bahwa ponsel Anda terkena malware. Ujung-ujungnya, mereka meminta Anda mengunduh aplikasi akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer untuk mencuri data.
7. Meminta Verifikasi Data yang Sudah Tersedia
Perusahaan asuransi atau sekolah seharusnya sudah memegang data dasar Anda. Jika mereka meminta Anda "memverifikasi" data yang seharusnya mereka miliki, segera tutup teleponnya.
8. Adanya Jeda Saat Mengangkat Telepon
Pernahkah Anda mengangkat telepon lalu ada keheningan selama beberapa detik? Itu biasanya merupakan sistem otomatis yang baru menghubungkan Anda ke operator penipu setelah panggilan terjawab.
Selalu verifikasi informasi secara mandiri ke kanal resmi bank atau instansi terkait. Tetap waspada dan jangan biarkan tekanan dari penelepon mengaburkan logika Anda.
(*)


