Studi Universitas Manchester Ungkap Penggunaan Media Sosial Tidak Merusak Kesehatan Mental Remaja, Termasuk Main Game

19 January 2026, January 19, 2026
Studi Universitas Manchester Ungkap Penggunaan Media Sosial Tidak Merusak Kesehatan Mental Remaja, Termasuk Main Game


LANGGAMPOS.NET – Sebuah studi terbaru dari peneliti di Universitas Manchester menyatakan bahwa peningkatan penggunaan media sosial (medsos) tidak memiliki dampak merugikan terhadap kesehatan mental remaja.

Para peneliti di Universitas Manchester mengikuti 25.000 anak berusia 11 hingga 14 tahun selama tiga tahun sekolah. Mereka melacak kebiasaan media sosial yang dilaporkan sendiri, frekuensi bermain game, dan kesulitan emosional.

Langkah ini diambil untuk mengetahui apakah penggunaan teknologi benar-benar berdampak pada kesehatan mental para remaja di kemudian hari. Para remaja ditanya mengenai durasi penggunaan TikTok, Instagram, Snapchat, hingga aktivitas bermain game pada hari kerja normal.

Hasilnya, studi ini tidak menemukan bukti penggunaan media sosial yang lebih berat atau aktivitas bermain game lebih sering meningkatkan gejala kecemasan atau depresi remaja pada tahun berikutnya.

"Kami tahu keluarga khawatir, tetapi hasil kami tidak mendukung gagasan bahwa hanya menghabiskan waktu di media sosial atau bermain game menyebabkan masalah kesehatan mental - ceritanya jauh lebih kompleks dari itu," kata penulis utama studi Qiqi Cheng.

Peneliti menemukan peningkatan penggunaan medsos dari tahun ke tahun pada siswa laki-laki maupun perempuan tidak memberikan dampak merugikan. Lebih banyak waktu untuk bermain game juga disebut tidak memiliki efek negatif pada kesehatan mental siswa.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Public Health ini juga memeriksa perilaku spesifik siswa. Mereka ditanya mengenai aktivitas mengobrol, mengunggah cerita, hingga sekadar menelusuri umpan (scrolling) profil orang lain.

Hasil analisis menunjukkan bahwa mengobrol secara aktif maupun hanya scrolling tidak mendorong masalah kesehatan mental. Meski demikian, tim peneliti memberikan catatan penting mengenai jenis konten yang dikonsumsi.

Para penulis menekankan bahwa temuan tersebut tidak berarti pengalaman online tidak berbahaya. Pesan yang menyakitkan, tekanan online, dan konten ekstrem tetap dapat memiliki efek merugikan bagi kesejahteraan remaja.

Peneliti menyebut publik tidak bisa hanya menyalahkan durasi waktu layar. "Temuan kami memberi tahu kami bahwa pilihan anak muda seputar media sosial dan permainan mungkin dibentuk oleh bagaimana perasaan mereka tetapi belum tentu sebaliknya," kata salah satu penulis studi, Neil Humphrey.

"Daripada menyalahkan teknologi itu sendiri, kita perlu memperhatikan apa yang dilakukan anak muda secara online, dengan siapa mereka terhubung dan seberapa didukung mereka merasa dalam kehidupan sehari-hari mereka," tambah Neil Humphrey menutup penjelasannya.

(*)



Intinya:

  • Studi Universitas Manchester terhadap 25.000 remaja menunjukkan penggunaan media sosial tidak berdampak buruk pada kesehatan mental.
  • Peningkatan durasi scrolling maupun bermain game tidak terbukti memicu gejala kecemasan atau depresi pada tahun berikutnya.
  • Peneliti menekankan bahwa konten berbahaya dan tekanan online lebih berpengaruh daripada sekadar durasi waktu layar (screen time).









Sumber Berita: ¹ The Guardian: Social media use not linked to mental health issues in teens, study finds. ² Journal of Public Health: Adolescent social media use and mental health trajectories.

TerPopuler