- Meta Platforms segera menguji coba model berlangganan berbayar untuk Instagram, WhatsApp, dan Facebook.
- Pelanggan berbayar akan mendapatkan akses eksklusif ke fitur AI canggih hasil akuisisi startup Manus senilai US$2 miliar.
- Layanan baru ini berbeda dengan Meta Verified dan bertujuan untuk mempercepat pengembalian investasi besar Meta di sektor kecerdasan buatan.
LANGGAMPOS.NET - Raksasa teknologi Meta Platforms bersiap mengakhiri era layanan sepenuhnya gratis dengan memperkenalkan model langganan berbayar pada seluruh ekosistem aplikasinya dalam waktu dekat.
Langkah berani ini mencakup platform populer seperti Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Rencana tersebut menyusul laporan dari TechCrunch yang dikutip pada Selasa (27/1/2026).
Juru bicara Meta telah mengonfirmasi kabar ini secara resmi. Pihak perusahaan mengeklaim bahwa model berlangganan ini dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih mumpuni.
"Model berlangganan diharapkan bisa menggenjot produktivitas dan kreativitas," ujar juru bicara Meta tersebut.
Ia menambahkan bahwa pengguna yang bersedia membayar akan mendapatkan keuntungan lebih. "Pasalnya, pelanggan berbayar akan mendapat akses ke lebih banyak fitur dan kemampuan AI yang lebih luas," tuturnya.
Salah satu pendorong utama skema ini adalah integrasi teknologi dari Manus, pengembang agen AI asal China berbasis di Singapura yang baru saja dipinang Meta.
Meta mengakuisisi Manus pada Desember lalu dengan nilai fantastis mencapai US$2 miliar. Teknologi ini digadang-gadang sebagai pesaing kuat DeepSeek di kancah global.
Investasi jumbo ini membuat Meta harus memutar otak untuk mendapatkan keuntungan lebih cepat, terutama setelah pengeluaran besar untuk riset dan perekrutan talenta AI.
Selama ini, Meta memang memiliki Large Language Model (LLM) bernama Llama. Namun, Llama bersifat terbuka (open-source) sehingga tidak menghasilkan pendapatan langsung seperti kompetitornya.
Berbeda dengan OpenAI atau Google yang sudah memiliki paket berbayar, Meta kini ingin mengomersialkan kecanggihan AI miliknya kepada pengguna setia.
Salah satu fitur unggulan yang akan masuk paket berbayar adalah akses penuh ke Vibes. Ini merupakan fitur video pendek berbasis AI yang memungkinkan edit ulang video secara otomatis.
Meskipun Vibes sudah tersedia gratis sejak 2025, nantinya versi gratis hanya akan mencakup fitur dasar. Pengguna harus berlangganan jika ingin menikmati fitur tambahan yang lebih kompleks.
Perlu dicatat bahwa layanan ini akan terpisah dari Meta Verified. Produk Meta Verified yang rilis tahun 2023 tetap fokus pada verifikasi akun, dukungan langsung, dan perlindungan identitas.
Manajemen Meta menyatakan akan tetap memantau respons pasar selama masa transisi ini. "Perusahaan akan mendengarkan masukan dari pengguna dalam masa uji coba model berlangganan beberapa bulan ke depan," tulis pernyataan resmi Meta.
Keputusan ini menandai pergeseran besar strategi bisnis Mark Zuckerberg dalam menghadapi persaingan teknologi masa depan.
(*)


