Strategi Pemkab Sumenep Maksimalkan Potensi Energi Baru Terbarukan Bersama BRIN

Strategi Pemkab Sumenep Maksimalkan Potensi Energi Baru Terbarukan Bersama BRIN

  • Pemkab Sumenep resmi menggandeng BRIN dan akademisi untuk merumuskan kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT).
  • Transisi energi bersih akan diintegrasikan langsung ke dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang (RPJPD) hingga RKPD.
  • Langkah ini bertujuan memaksimalkan potensi energi surya dan biomassa di Sumenep berbasis data riset yang aplikatif.


LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Strategi Pemkab Sumenep maksimalkan potensi energi baru terbarukan bersama BRIN kini resmi masuk dalam peta jalan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.

Langkah ini diperkuat melalui kunjungan koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan akademisi ke kantor Bappeda Sumenep guna menyusun regulasi energi yang komprehensif.

Pertemuan tersebut menjadi fondasi awal untuk menguatkan arah pembangunan berbasis keberlanjutan di tengah tantangan ekonomi dan ketahanan energi global.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menyatakan bahwa persoalan energi saat ini berkaitan erat dengan aspek keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

"Transisi menuju energi baru terbarukan adalah keniscayaan. Ini harus disiapkan dengan kebijakan yang matang, terencana dan berbasis riset," ucap Arif Firmanto pada TribunMadura.com, Selasa (27/1/2026).

Arif menekankan bahwa pemerintah daerah memerlukan dukungan riset agar kebijakan yang diambil memiliki basis data yang kuat dan kajian ilmiah yang akurat.

Dalam hal ini, BRIN berperan menyediakan basis data serta pengembangan teknologi tepat guna yang selaras dengan karakteristik wilayah Sumenep.

Bappeda Sumenep berkomitmen memasukkan kebijakan EBT sebagai bagian tidak terpisahkan dalam dokumen perencanaan seperti RPJPD, RPJMD, hingga RKPD.

"Pengembangan EBT akan diarahkan secara terintegrasi dan berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek," tegasnya.

Sumenep sendiri dinilai memiliki kekayaan potensi energi mulai dari tenaga surya, biomassa, biogas, hingga energi berbasis kearifan lokal.

Arif menilai seluruh potensi tersebut hanya bisa dimanfaatkan secara optimal melalui dukungan riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Sumenep berharap ada sinkronisasi antara ilmu pengetahuan dan praktik nyata di lapangan.

"Yang kami dorong adalah kebijakan yang aplikatif dan bisa diterapkan langsung di masyarakat," katanya.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mempercepat kemandirian energi lokal.


(*)
Donasi Langgampos
close