- Bupati Sumenep menegaskan perencanaan program harus berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
- OPD dan ASN diminta tidak lagi menyalin program lama dalam penyusunan APBD 2026.
- Koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas ASN dinilai penting agar pembangunan berdampak nyata.
Langgampos.net - Sumenep - Bupati Sumenep, dalam apel gabungan, menekankan agar perencanaan setiap perencanaan program tak hanya menyalin program lama.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pentingnya perencanaan program pembangunan yang solutif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Sumenep.
Penekanan ini disampaikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menghadirkan kebijakan yang responsif, tepat sasaran, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta apel agar meninggalkan kebiasaan menyusun program pembangunan hanya meniru atau menyalin kegiatan tahun sebelumnya, khususnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Menurut Bupati, pola perencanaan yang hanya menyalin program lama tanpa evaluasi mendalam berisiko membuat pembangunan daerah berjalan di tempat dan tidak mampu menjawab persoalan masyarakat yang terus berkembang.
Ia menilai perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan kebutuhan warga menuntut pendekatan perencanaan yang lebih adaptif.
“Kami tegaskan setiap tahapan perencanaan harus berbasis pada data, hasil evaluasi, serta kondisi riil yang berkembang di lapangan. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah,” kata Bupati, Senin (22/12/2025), saat Apel dan Penyerahan Penghargaan SAKIP di Halaman Kantor Bupati Sumenep.
Ia menjelaskan, setiap program pembangunan semestinya diawali analisis masalah, pemetaan potensi daerah, serta perhitungan dampak yang akan dihasilkan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami tegaskan setiap tahapan perencanaan harus berbasis pada data, hasil evaluasi, serta kondisi riil yang berkembang di lapangan. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah,” kata Bupati, Senin (22/12/2025), saat Apel dan Penyerahan Penghargaan SAKIP di Halaman Kantor Bupati Sumenep.
Ia menjelaskan, setiap program pembangunan semestinya diawali analisis masalah, pemetaan potensi daerah, serta perhitungan dampak yang akan dihasilkan bagi kesejahteraan masyarakat.
Perencanaan yang matang diyakini mampu mendorong efektivitas anggaran sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan.
“Jangan ada program hanya menyalin atau meniru tahun sebelumnya. Setiap OPD harus mampu merumuskan program yang inovatif, solutif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keselarasan antara program OPD dan visi-misi pembangunan daerah. Keselarasan tersebut diharapkan melahirkan kebijakan yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan perencanaan. Tanpa koordinasi yang baik, program berpotensi tumpang tindih dan kurang efektif dalam pelaksanaan, sehingga manfaatnya tidak optimal dirasakan masyarakat.
“Seluruh ASN hendaknya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, agar mampu menyusun program secara profesional, berbasis kinerja, dan berorientasi pada hasil nyata,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Jangan ada program hanya menyalin atau meniru tahun sebelumnya. Setiap OPD harus mampu merumuskan program yang inovatif, solutif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keselarasan antara program OPD dan visi-misi pembangunan daerah. Keselarasan tersebut diharapkan melahirkan kebijakan yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan perencanaan. Tanpa koordinasi yang baik, program berpotensi tumpang tindih dan kurang efektif dalam pelaksanaan, sehingga manfaatnya tidak optimal dirasakan masyarakat.
“Seluruh ASN hendaknya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, agar mampu menyusun program secara profesional, berbasis kinerja, dan berorientasi pada hasil nyata,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
(*)
