- Taman Bunga Sumenep dipadati warga untuk berolahraga dan kulineran setiap hari Minggu.
- Kehadiran UMKM lokal menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari kota maupun desa.
- Warga mengusulkan pembangunan miniatur taman di setiap desa guna meratakan ekonomi daerah.
LANGGAMPOS.NET - SUMENEP – Suasana sejuk di bawah pepohonan rindang menjadi pilihan utama warga Sumenep untuk menghabiskan waktu luang. Setiap Minggu pagi, Taman Bunga Sumenep bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang mempertemukan gaya hidup sehat dan perputaran ekonomi lokal.
Lautan manusia tampak memenuhi area taman sejak matahari belum tinggi. Sebagian besar pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berolahraga, mulai dari lari pagi, jalan cepat, hingga mengikuti sesi senam bersama yang energik.
Tidak hanya sekadar mencari keringat, banyak warga datang khusus untuk menikmati suasana santai. Mereka berburu aneka jajanan khas yang disajikan oleh para pelaku UMKM dalam pasar minggu yang berjejer di sekitar area MPP (Mall Pelayanan Publik) Sumenep.
Cuaca yang cerah serta rimbunnya pohon-pohon berdaun lebat menambah kenyamanan masyarakat perkotaan. Mereka seolah tidak ingin melewatkan kesempatan menghirup udara segar di tengah jantung kota Sumenep.
Pesona taman ini nyatanya juga menarik minat warga dari wilayah pedesaan. Salah satunya adalah Karim, seorang pemuda yang datang memboyong keluarganya untuk mencicipi kuliner di sana.
Karim yang tampak seperti seorang terpelajar ini memberikan pandangannya mengenai potensi ruang publik seperti Taman Bunga. Menurutnya, konsep taman ini sangat efektif dalam menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.
Ia melontarkan sebuah ide besar mengenai pemerataan ekonomi di Kabupaten Sumenep melalui pembangunan ruang terbuka hijau hingga ke tingkat desa.
"Andai di setiap desa ada miniatur taman, pasti Sumenep akan semakin hidup. Artinya, perekonomian Sumenep tumbuh merata," ujar Karim.
Ia menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun Pemerintah Desa mulai memikirkan pengadaan taman di setiap wilayah meskipun dalam skala kecil.
"Setidaknya pusat untuk masyarakat berkumpul untuk bersantai. Dan peluang tumbuhnya ekonomi semakin besar. Hal ini perlu dipikirkan oleh Pemkab Sumenep dan Pemerintah Desa," tambahnya.
Harapan ini menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan. Keberadaan ruang publik terbukti bukan hanya sekadar tempat melepas penat, melainkan mesin penggerak ekonomi yang nyata bagi rakyat.
Pembangunan fasilitas serupa di desa-desa diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di seluruh pelosok Sumenep.
(*)


